Friday, June 14, 2019

Laporan PKL Perbaikan Gardan Mobil

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Apabila kondisi tersebut tidak ditanggulangi melalui perawatan berkala, maka kondisi tersebut akan meningkat ke arah kerusakan komponen lainnya. Pastinya akan membutuhkan dana yang cukup besar untuk mengembalikan rem pada kondisi semula. Kebanyakan masyarakat melakukan perbaikan rem setelah mengalami kerusakan yang parah. Salah satu cara untuk membuat kondisi rem dalam keadaan optimal adalah dengan melakukan perawatan berkala. Selain itu apabila kita melakukan perawatan berkala, rem yang kita gunakan akan lebih awet dan kerusakan pada rem dapat diminimalkan karena adanya perawatan pada rem tersebut. Beranjak dari penjelasan tersebut penulis tertarik maka laporan PRAKERIN penulis tentang perawatan dan perbaikan rem tromol mobil Dyna di Bengkel AJMS Keluarahan Rawa Makmur Kota Bengkulu yang sekaligus menjadi judul dalam pembuatan Laporan Praktek Kerja Industri (PRAKERIN) Penulis. 
1.2. Rumusan Masalah
1.3. Tujuan dan Manfaat PRAKERIN
1.4. Waktu dan Tempat PRAKERIN

Praktek Kerja Industri (PRAKERIN) dilaksanakan pada tanggal 17 Januari 2019 sampai dengan 15 April 2019, bertempat di Bengkel AJMS (Aji Motor Service) di Kelurahan Rawa Makmur Kota Bengkulu.

BAB II
GAMBARAN UMUM LOKASI DAN LANDASAN TEORI

2.1. Gambaran Umum Bengkel AJMS
2.2. Landasan Teori


BAB III
PEMBAHASAN

BAB IV
PENUTUP

4.1. Kesimpulan
4.2. Saran

Setelah selesai melakukan Prakterk Kerja Industri (PRAKERIN) penulis banyak mendapat pelajaran-pelajaran tentang perawatan dan perbaikan sistem rem tromol pada mobil Dyna. Untuk itu penulis menyarankan agar pemilik kendaraan rutin mengontrol kondisi rem pada kendaraan untuk mengetahui bagaimana kondisi rem kendaraan kita supaya pada saat kita akan mengerem kita mendapatkan pengereman yang maksimal dan terhindar dari kecelakaan yang tidak diinginkan.

DAFTAR PUSTAKA

Download Laporan PKL Perbaikan Gadan Mobil Lengkap

Laporan PKL Perawatan dan Perbaikan Rem Tromol


BAB I
PENDAHULUAN

1.1.       Latar Belakang
Suatu kendaraan dapat dikatakan baik apabila bisa memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengendara. Semua jenis kendaraan baik roda dua maupun roda empat dilengkapi dengan berbagai sistem, salah satu dari sistem itu adalah sistem pengereman. Setiap rem yang dioperasikan pada kendaraan, pada akhirnya akan mengalami suatu keadaan dimana bagian-bagian dari rem tersebut mengalami kelelahan dan keausan. Hal ini akan menyebabkan kerja rem berkurang, akselerasi lambat, dan kemungkinan kerusakan berlanjut atau merembet terhadap kerusakan komponen yang lainnya.
Apabila kondisi tersebut tidak ditanggulangi melalui perawatan berkala, maka kondisi tersebut akan meningkat ke arah kerusakan komponen lainnya. Pastinya akan membutuhkan dana yang cukup besar untuk mengembalikan rem pada kondisi semula. Kebanyakan masyarakat melakukan perbaikan rem setelah mengalami kerusakan yang parah. Salah satu cara untuk membuat kondisi rem dalam keadaan optimal adalah dengan melakukan perawatan berkala. Selain itu apabila kita melakukan perawatan berkala, rem yang kita gunakan akan lebih awet dan kerusakan pada rem dapat diminimalkan karena adanya perawatan pada rem tersebut. Beranjak dari penjelasan tersebut penulis tertarik maka laporan PRAKERIN penulis tentang perawatan dan perbaikan rem tromol mobil Dyna di Bengkel AJMS Keluarahan Rawa Makmur Kota Bengkulu yang sekaligus menjadi judul dalam pembuatan Laporan Praktek Kerja Industri (PRAKERIN) Penulis.

1.2.       Rumusan Masalah
Rumusan masalah yang dapat disampaikan dalam pembuatan laporan PRAKERIN ini difokuskan kepada perawatan dan perbaikan rem tromol mobil Dyna di Bengkel AJMS Kelurahan Rawa Makmur Kota Bengkulu.

1.3.       Tujuan dan Manfaat PRAKERIN
1.4.       Waktu dan Tempat PRAKERIN



RPP K-13 Kelas V Semester 2

Haiii .... Bapak Guru dan Ibu Guru, berikut Rencana Pelaksanaan Pembelajaran atau RPP Kurikulum 2013 SD/MI Kelas 5 Semester 2 (dua) yang telah di edit dan di upload untuk Bapak Guru dan Ibu Guru Sekalian. Bapak Guru dan Ibu guru bisa mengunduh RPP Kelas V Semester 2 (Dua) tersebut secara gratis, yang disusun agar Bapak dan Ibu guru bisa mendownloadnya dengan mudah dan tidak berbelit-belit.
 
Menurut Permendikbud Nomor 65 Tahun 2013 tentang Standar Proses, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau lebih. RPP dikembangkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran peserta didik dalam upaya mencapai Kompetensi Dasar. Pengembangan RPP dapat dilakukan pada setiap awal semester atau awal tahun pelajaran dengan maksud agar RPP telah tersedia terlebih dahulu dalam setiap awal pelaksanaan pembelajaran. Pengembangan RPP dapat dilakukan oleh guru secara individu maupun berkelompok (KKG) di gugus sekolah, di bawah koordinasi dan supervisi oleh pengawas atau dinas pendidikan. Kurikulum 2013 untuk Sekolah Dasar merupakan pendekatan pembelajaran Tematik Terpadu dari kelas I sampai kelas VI.
 
Menurut panduan teknis penyusunan RPP di Sekolah Dasar, pengembangan RPP disusun dengan mengakomodasikan pembelajaran tematik atau yang disebut RPP Tematik. RPP tematik adalah rencana pembelajaran tematik terpadu yang dikembangkan secara rinci dari suatu tema. Langkah-langkah pengembangan RPP tematik adalah:
1. Mengkaji silabus tematik
2. Mengidentifikasi materi pembelajaran
3. Menentukan tujuan
4. Mengembangkan kegiatan Pembelajaran
5. Penjabaran jenis penilaian
6. Menentukan alokasi waktu 7. Menentukan sumber belajar.

Thursday, June 13, 2019

RPP K-13 Kelas V Semester 1

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran atau RPP Kurikulum 2013 SD/MI Kelas 5 Semester 1 (Satu) yang telah di edit dan di upload untuk Bapak Guru dan Ibu Guru Sekalian. Bapak Guru dan Ibu guru bisa mengunduh RPP Kelas V Semester 1 (Satu) tersebut secara gratis, yang disusun agar Bapak dan Ibu guru bisa mendownloadnya dengan mudah dan tidak berbelit-belit.

Menurut Permendikbud Nomor 65 Tahun 2013 tentang Standar Proses, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau lebih. RPP dikembangkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran peserta didik dalam upaya mencapai Kompetensi Dasar. Pengembangan RPP dapat dilakukan pada setiap awal semester atau awal tahun pelajaran dengan maksud agar RPP telah tersedia terlebih dahulu dalam setiap awal pelaksanaan pembelajaran. Pengembangan RPP dapat dilakukan oleh guru secara individu maupun berkelompok (KKG) di gugus sekolah, di bawah koordinasi dan supervisi oleh pengawas atau dinas pendidikan. Kurikulum 2013 untuk Sekolah Dasar merupakan pendekatan pembelajaran Tematik Terpadu dari kelas I sampai kelas VI.

Menurut panduan teknis penyusunan RPP di Sekolah Dasar, pengembangan RPP disusun dengan mengakomodasikan pembelajaran tematik atau yang disebut RPP Tematik. RPP tematik adalah rencana pembelajaran tematik terpadu yang dikembangkan secara rinci dari suatu tema. Langkah-langkah pengembangan RPP tematik adalah:
1. Mengkaji silabus tematik
2. Mengidentifikasi materi pembelajaran
3. Menentukan tujuan
4. Mengembangkan kegiatan Pembelajaran
5. Penjabaran jenis penilaian
6. Menentukan alokasi waktu 7. Menentukan sumber belajar.

Wednesday, June 12, 2019

Skripsi Algoritma Rijndael

BAB I 
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

pada citra digital dapat ditanggulangi dengan menggunakan penyandian atau enkripsi terhadap citra tersebut. Algoritma kriptografi Rijndael yang merupakan algoritma enkripsi modern yang dikenal cukup baik dapat diterapkan untuk memberikan keamanan terhadap informasi yang terkandung pada citra digital. Analisa dan perancangan sistem pengamanan terhadap citra ditigal menggunakan algoritma Rijndael akan menjadi pembahasan pada penelitian ini dengan judul “Perancangan Sistem Enkripsi dan Deskripsi Pada Citra Digital Menggunakan Algoritma Rijndael” 
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Batasan Masalah
1.4 Tujuan Penelitian
1.5 Manfaat Penelitian

BAB II
LANDASAN TEORI 

2.1 Citra Digital
2.1 Pengertian Warna
2.2 Ruang Warna
2.3 Pengertian Kriptografi
2.4 Algoritma Rijndael

Algoritma Rijndael menggunakan subsitusi, permutasi dan sejumlah putaran yang dikenakan pada tiap blok yang akan di enkripsi dan deskripsi. Rijndael beroperasi dalam orientasi byte sehingga memungkinkan untuk implementasi algoritma yang efisien ke dalam software dan hardware. Ukuran blok untuk algoritma Rijndael adalah 128 bit (16 byte).
2.5 Perangkat Lunak (Software) dan Perangkat Keras (Hardware)

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Metode Penelitian
3.2 Software dan Hardware
3.3 Metode Pengumpulan Data
3.4 Analisa Perancangan Sistem
3.5 Rancangan Interface Aplikasi
3.6 Perancangan Pengujian

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN 

4.1 Hasil Aplikasi
4.2 Pembahasan
4.3 Pengujian Sistem

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan
5.2 Saran

DAFTAR PUSTAKA

Download Skripsi Algoritma Rijndael Lengkap

Tuesday, June 11, 2019

Laporan PKL Teknik Pemijahan Ikan Nila


BAB I
PENDAHULUAN



1.1.       Latar Belakang
Dalam hal ini penulis diberi kesempatan untuk  melakukan  kegiatan PRAKERIN di UPTD BBI Dusun Baru tentang Teknik Pemijahan Ikan Nila Secara Alami yang sekaligus menjadi judul dalam pembuatan Laporan Praktek Kerja Industri (PRAKERIN) Penulis.
1.2.       Rumusan Masalah
1.3.       Rumusan Masalah 
1.4.       Waktu dan Tempat PRAKERIN

BAB II
GAMBARAN UMUM LOKASI DAN LANDASAN TEORI
   
2.1.    Gambaran Umum UPTD BBI Dusun Baru
2.1.1.   Sejarah Singkat UPTD BBI Dusun Baru
Balai Benih Ikan Dusun Baru berdiri pada tahun 1971 dibangun oleh Dinas Perikanan Provinsi Bengkulu. Pada waktu itu lokasi bernama Dusun Baru, seiring dengan waktu berjalan Balai Benih Ikan Dusun Baru sekarang berada di Desa Sukamarga Kecamatan Curup Selatan karena pemekaran wilayah desa dan kecamatan. Pada tahun 1996 Balai Benih Ikan Dusun Baru beralih kepemilikan dari Dinas Perikanan Provinsi Bengkulu menjadi milik Dinas Perikanan Kabupaten Rejang Lebong. Pada waktu itu serah terima antara kepala dinas dan pemerintah daerah. Pada tahun 2014 Balai Benih Ikan Dusun Baru menjadi Unit Pelaksana Teknis (UPT) digabung dengan Balai Benih Ikan Rimbo Recap yang sekarang bernama Unit Pelaksana Teknis Dinas Balai Benih Ikan Dusun Baru dan Balai Benih Ikan Rimbo Recap (UPTD BBI Dusun Baru dan BBI Rimbo Recap) yang dipimpin satu orang kepala UPTD.

2.1.2.   Letak Geografi dan Topografi
Luas areal UPTD BBI Dusun Baru 1,2 Ha terdiri dari 10 kolam besar, 2 kolam induk, 3 kolam pemijahan, mempunyai 2 rumah penjagaan, 1 kantor, 1 gedung hacchry dan perlengkapan lain seperti mesin traktor 1 buah, mesin rumput 1 buah, blower, jaring hapa, bak fiber. Curah hujan berkisar  antara 300-400, suhu antara 23o hingga 32o, DO 3 ppm, kecerahan antara 40 cm, warna pada air bening kehijauan, jarak antara UPTD BBI Dusun Baru ke Pusat Kota dan Provinsi lebih kurang 85 km, jarak antara UPTD BBI Dusun Baru ke Pusat Kecamatan lebih kurang 2 km. Batas wilayah UPTD BBI Dusun Baru ini utara berbatasan dengan Desa Rimbo Recap, timur berbatasan dengan Kelurahan Tempel Rejo, Selatan berbatasan dengan Desa Suka Marga dan Barat berbatasan dengan Desa Lubuk Ubar.
2.1.3.   Struktur Organisasi UPTD BBI Dusun Baru
2.1.4.   Visi dan Misi UPTD BBI Dusun Baru
a.    Visi
1.    Pelestarian sumber daya perikanan
2.    Pengembangan dan penyebaran ikan di Kabupaten.
3.    Mempunyai daya saing di pasar global
b.    Misi
1.    Peningkatan kualitas benih yang unggul
2.    Menciptakan benih yang berkualitas

2.2.    Landasan Teori
2.2.1.   Klasifikasi dan Morfologi 
2.2.2.   Daur Hidup dan Perkembangbiakan
 2.2.3.   Makan dan Kebiasaan Makan
2.2.4.   Habitat dan Kebiasaan Hidup Ikan Nila

BAB III
PEMBAHASAN
   
3.1.    Klasifikasi Ikan Nila
Ikan nila merupakan jenis ikan air tawar yang mempunyai nilai konsumsi cukup tinggi. Bentuk tubuh memanjang dan pipih ke samping dan warna putih kehitaman atau kemerahan. Ikan nila berasal dari Sungai Nil dan danau-danau sekitarnya. Sekarang ikan ini telah tersebar ke negara-negara di lima benua yang beriklim tropis dan subtropis. Di wilayah yang beriklim dingin, ikan nila tidak dapat hidup baik. Ikan nila disukai oleh berbagai bangsa karena dagingnya enak dan tebal seperti daging ikan kakap merah. Terdapat tiga jenis ikan nila yang dikenal, yaitu nila biasa, nila merah (nirah) dan nila albino. Menurut Saanin (1984), ikan nila (Oreochromis niloticus) mempunyai klasifikasi sebagai berikut:
Kingdom   :   Animalia
Filum         :   Chordata
Subfilum   :   Vertebrata
Kelas         :   Osteichtyes
Subkelas    :   Acanthopterygii
Ordo          :   Percomorphi
Subordo     :   Percoidea
Famili        :   Cichlidae
Genus        :   Oreochromis
Spesies      :   Oreochromis niloticus

3.2.    Persiapan Kolam
a.      Kolam pemijahan
Kolam pemijahan berukuran 40 x 12 cm, tinggi 70 cm dan luas 480 cm2. Kolam disiapkan sebelum induk ditangkap dari kolam pemeliharaan induk kolam dikeringkan hingga air habis, kemudian diolah hingga tanah dasar kolam merata. Pematang di teplok supaya pematang yang bcoro dapat tertutup dan air diisi setinggi ± 30 cm.
b.      Kolam pendederan
Kolam pendederan berukuran ± 20 x 24 cm dengan luas 480 cm2. Kolam disiapkan sebelum larva di panen dari kolam pemijahan. Kolam dikeringkan dioleh meneplok diisi air hingga ketinggian ± 20 cm, kemudian kolam dipupuk menggunakan pupuk urea dan TSP dengan dosis 25 g/m2 atau 15 g/m2 urea dan 10 g/m2 TSP. Jadi pupuk yang dipakai 480 x 25  gr/m2 = 12.000 g/12 kg. 7,2 kg urea dan 4,8 kg TSP. Setelah air ditambah 5-10 cm. Ikan siap di dederkan. Sedangkan kolam pendederan II berukuran 40 x 12 m dengan luas 480 m2 persiapan kolam pendederan 2 asma dengan persiapan kolam pendederan I. Perbedaannya yaitu kolam ini tidak dipupuk.

3.2.    Seleksi induk
Induk yang mempunyai kualitas baik yaitu memiliki tanda-tanda antara lain badan sehat, bentuk badan normal, sisik besar dan tersusun rapi, kepala relatif kecil dibandingkan dengan badannya, warna tubuh mengkilap, gerakan lincah, serta mempunyai respon yang baik terhadap lingkungan. Sebelum dipijahkan, induk jantan dan betina yang sudah diseleksi harus dipelihara secara terpisah, tujuannya adalah agar pematangan gonad optimal dan tidak terjadi pemijahan liar. Untuk pematangan gonad, induk ikan nila nirwana harus diberikan pakan yang berkualitas tinggi dan dalam jumlah yang cukup. Pakan yang diberikan yaitu pakan buatan dengan dosis 3-5% dari bobot total induk. Frekuensi pemberian pakan dilakukan 2 kali sehari yaitu pada jam 08.00 dan 15.30 dengan cara pemberian pakan ditebar. Dalam penyeleksian induk ang siap dipijahkan berjumlah 350 ekor. 200 ekor betina dan 150 ekor jantan dengan bobot rata rata jantan 300 gram dan betina 200 gram. Kemudian di tebar di kolam pemijahan

3.3.    Pemijahan Benih
Pemijahan induk ikan nila dilakukan dengan luas kolam 300 m², ditebar ikan 1 paket sebanyak 400 ekor dengan padat tebar 4 ekor/m². pemijahan ini dilakukan secara massal. Uraian tingkah laku pemijahan massal di kolam pemijahan:
a.    Setelah penebaran awal, biasanya induk akan menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar 3-4 hari.
b.    Induk jantan akan membuat teritorial (sarang) pada dasar kolam tanah dengan diameter 20-30 cm dengan kedalaman 5-8 cm yang digali dengan mulutnya.
c.    Induk jantan akan menarik perhatian induk betina yang melintas didekat sarangnya dan mengajak induk betina untuk masuk ke sarang.
d.    Induk betina akan mengeluarkan telur pada sarang yang dibuat induk jantan, kemudian induk jantan menyusul dengan mengeluarkan sperma dan terjadilah pembuahan.
e.    Induk betina akan kembali membawa telur yang telah dibuahi dan menyimpannya dalam mulut kemudian meninggalkan sarang. Setelah itu induk jantan akan menarik perhatian lagi induk betina lainnya yang sudah matang gonad.
f.     Telur yang telah dibuahi kemudian dierami dalam mulut induk betina selama 3-5 hari sebelum menetas. Telur akan menetas selama 48 jam. Setelah menetas larva akan berada disekitar induk betina dan berada dalam pengawasan induknya selama 5-7 hari. Larva akan masuk kedalam mulut induk bila keadaan berbahaya.
g.    Setelah induk betina melepaskan larvanya, induk akan kembali memijah sekitar 1 minggu sampai 1 bulan setelah berhenti menjaga larvanya.
   
3.4.    Perawatan
a.    Perawatan Larva
b.    Perawatan Benih
Benih yang ditebar sebanyak 2000 ekor berumur 30 hari diberi pakan pelet terapung dengan dicampurkan dengan dedak supaya mencukup kebutuhan benih dalam pertumbuhan. Dosis pakan dalam perawatannya yaitu 5% x 2000 x 3,5 = 36 gram/hari. Selama perawatan, pengontrolan air, pemberian pakan yang teratur dan pengendalian hama dan penyakit harus selalu dilakukan supaya mendapatkan hasil yang baik. Benih dipelihara selama 30 hari atau bisa langsung dipasarkan.
c.    Pemasaran           
Benih yang dijual dengan pembeli langsung datang ke lokasi pemasaran, biasanya pembeli yang langsung datang di lokasi ini berasal dari Kabupaten Rejang Lebong maupun luar Kabupaten. Biasanya sebelum pembeli datang mereka terlebih dahulu memesan beberapa jumlah benih yang mereka butuhkan karena terkadang benih tersebut habis di sebabkan oleh banyaknya pembeli. Pemasaran benih di UPTD BBI Dusun Baru sangat lancar karena kualitas benih yang bagus sehingga disukai banyak orang. Benih yang dijual dengan harga 350 per ekor dengan ukuran 3-9 cm dan 5-8 cm.

3.5.    Pemanenan Benih

BAB IV
PENUTUP
  
4.1.    Kesimpulan
4.2.    Saran

Monday, June 10, 2019

Laporan PKL Perakitan Komputer


BAB I
PENDAHULUAN
  
 1.1.    Latar Belakang
Sesuai dengan apa yang telah praktikan lakukan pada tempat praktek kerja lapangan pada usaha Echa Komputer, maka penulis mengangkat judul “Mekanisme Perakitan Komputer Intel Xeon pada Echa Komputer Kecamatan Pondok Kelapa Kabupaten Bengkulu Tengah” untuk dijadikan Laporan Praktek Kerja Lapangan yang telah dilaksanakan.

1.2.    Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dalam Laporan Praktek Kerja Lapangan ini adalah bagaimana mekanisme perakitan komputer yang memakai Processor Intel Xeon pada Echa Komputer Kecamatan Pondok Kelapa Kabupaten Bengkulu Tengah.

1.3.    Batasan Masalah
1.4.    Tujuan
1.5.    Manfaat
1.6.    Sistematika Penulisan

BAB II
LANDASAN TEORI

2.1.    Pengertian Mekanisme
2.2.    Pengertian Komputer
2.3.    Pengertian Merakit Komputer
2.4.    Software
2.5.    Hardware
BAB III
PEMBAHASAN

3.1.    Gambaran Umum Tempat Penelitian
3.2.    Mekanisme Sistem
3.3.    Alat dan Bahan
3.4.    Mekanisme Perakitan Komputer

BAB IV
KESIMPULAN
  
4.1.    Kesimpulan
Secara garis besar merakit sebuah computer diawali dengan menyiapkan komponen-komponen yang akan dirakit. Selanjutnya bisa di awali dengan memasang komponen pada motherboard, menyiapkan casing, memasang motherboard ke dalam casing, memasang DVD Rom, memasang hard disk, memasang card reader, memasang processor dan kipas processor, dan menghubungkan kabel dengan komponen internal.
Pada kesimpulannya merakit sebuah komputer adalah pekerjaan yang tidak hanya bisa dilakukan oleh para teknisi komputer saja. Merakit sebuah komputer itu harus sesuai dengan urutan dan tahapan yang benar. Karena kita tahu bahwa komputer ini adalah barang yang sensitive, salah sedikit saja bisa menjadi hal yang besar. Tapi sekarang itu tidak lagi mejadi masalah karena banyaknya kursus dan buku-buku yang berhubungan dengan komputer ini, dan menjadi tantangan kita untuk bisa merakit sebuah komputer asalkan mempelajarinya terlebih dahulu dengan seksama.
 4.2.   Saran