Monday, February 13, 2023

DESKRIPSI RINGKAS SISTEM CLIENT SERVER, POINT TO POINT, TERKLUSTER

SISTEM CLIENT SEVER
Client-Server merupakan suatu paradigma hubungan antara computer yang menjadi penyedia dan computer yang menjadi penerima. Hubungan suatu CLIENT-SERVER adalah computer meminta sesuatu ke komputer lain dan komputer lain memenuhi permintaan. Hubungan ini menggunakan jaringan agar tetap terhubung satu sama lain,menggunakan metode LAN, MAN atau WAN. LAN menghubungkan suatu Client ke Server yang lain dengan jarak yang sangat dekat, MAN menghubungkan jarak yang sedang antara Client dan Server dan WAN menghubungkan Cient dengan Server yang lain dengan jarak yang jauh, WAN bisa juga disebut dengan INTERNET. Server digunakan untuk mengirimkan dan menyediakan keperluan dari client. Dalam penyediaannya server dapat membatasi file dan data yang di minta oleh client hal tersebut dilakukan untuk mencegah suatu kejadian yang tidak terduga seperti server di serang dengan cara mengirim program tidak bertanggung jawab atau virus. Sehingga server memiliki hak yang lebih tinggi dibandingkan dengan client. SERVER atau KOMPUTER SERVER adalah suatu sistem komputer yang menyediakan layanan disebuah jaringan komputer yang dilengkapi dengan Processor cepat dan RAM yang besar, dilengkapi dengan sistem operasi khusus untuk server. Server mengontrol akses terhadap jaringan dan sumber daya yang terdapat di dalamnya seperti file atau printer, dan memberikan akses kepada Clients. CLIENTS adalah suatu system yang mengakses suatu system computer yang menyediakan layanan atau server melalui jaringan seperti LAN, MAN, WAN. Clients meminta data ke server dan server memenuhi permintaan tersebut yang dikirimkan melalui jaringan. Client Server terdiri dari 3 komponen pembentuk yaitu Client, Middleware, dan Server. Fungsi dari CLIENT-SERVER adalah untuk memudahkan pekerjaan dalam suatu sistem jaringan, yang diminta oleh client dapat dipenuhi oleh server dalam waktu singkat ataupun sebaliknya. Sehingga pekerjaan menjadi efisien. Berikut adalah tugas dari server dan client
Server
• Menerima dan memproses basis data yang diminta dari client
• Memeriksa autorisasi
• Melakukan query/pemrosesan update dan memindahkan response ke client
• Menjamin tidak terjadi pelanggaran terhadap integrity constraint
• Memelihara data dictionary
Client
• Mengatur user interface
• Menerima dan memeriksa sintaks input dari pemakai
• Memproses aplikasi
• Generate permintaan basis data dan memindahkannya ke server
• Menyediakan kontrol recovery
• Menyediakan akses basis data secara bersamaan
• Memberikan response balik kepada pemakai
Contoh aplikasi dalam CLIENT-SERVER adalah SKYPE. kita mengirimkan data ke SKYPE dan Server SKYPE menerima data yang CLIENT kirim dimana SERVER SKYPE menerjemahkan kode yang kita kirim ke servernya setelah diterjemahkan SERVER mengirimkan data ke CLIENT sesuai apa yang SERVER sudah terjemahkan sebelumnya dan sebaliknya. Adapun contoh aplikasi client server yang lain seperti Whatsapp Messenger dan sebagainya.

SISTEM POINT TO POINT
Bagian dari model sistem terdistribusi dimana sistem dapat sekaligus berfungsi sebagai client maupun server. Sebuah arsitektur dimana tidak terdapat mesin khusus yang melayani suatu pelayanan tertentu atau mengatur sumber daya dalam jaringan dan semua kewajiban dibagi rata ke seluruh mesin. Pola komunikasi yang digunakan berdasarkan aplikasi yang digunakan.
Kelebihan jaringan point to point
• Implementasinya murah dan mudah
• Tidak memerlukan software administrasi jaringan yang khusus
• Tidak memerlukan administrator jaringan
Kekurangan jaringan point to point
• Jaringan tidak bisa terlalu besar (tidak bisa memperbesar jaringan)
• Tingkat keamanan rendah
• Tidak ada yang memanajemen jaringan
• Pengguna komputer jaringan harus terlatih mengamankan komputer masing-masing
• Semakin banyak mesin yang disharing, akan mempengaruhi kinerja komputer.
Contoh: Game Counter Zero

SISTEM TERKLUSTER
Merupakan gabungan dari beberapa sistem individual (komputer) yang dikumpulkan pada suatu lokasi, saling berbagi tempat penyimpanan data (storage), dan saling terhubung dalam jaringan lokal (Local Area Network). Secara umum, sistem terkluster memiliki persamaan dengan sistem parallel dalam hal menggabungkan beberapa CPU untuk meningkatkan kinerja komputasi. Jika salah satu mesin mengalami masalah dalam menjalankan tugas maka mesin lain dapat mengambil alih pelaksanaan tugas itu. Dengan demikian sistem akan lebih handal dan fault toleran dalam melakukan komputasi. Dalam hal jaringan, sistem terkluster miri dengan sistem terdistribusi. Bedanya, jika jaringan pada sistem terdistribusi melingkupi komputer-komputer yang lokasinya tersebar maka jaringan pada sistem terkluster menghubungkan banyak komputer yang dikumpulkan dalam satu tempat. Dalam ruang lingkup jaringan lokal, sistem terkluster memiliki beberapa model dalam pelaksanaannya, yaitu:
Model asimetris
Pengawasan dalam model asimetris menempatkan suatu mesin yang tidak melakukan kegiatan apapun selain bersiap siaga mengawasi mesin yang bekerja. Jika mesin itu mengalami masalah maka pengawas akan segera mengambil alih tugasnya
Model simetris
Pengawasan pada model simetris tidak menerapkan mesin yang khusus bertindak sebagai pengawas.Sebagai gantinya, mesin-mesin yang melakukan komputasi saling mengawasi keadaan mereka. Mesin lain akan mengambil alih tugas mesin yang sedang mengalami masalah. Jadi jika dilihat dari uraian cara pengawasan diatas dan dari segi efisiensi maka mengunakan mesin model simetris lebih unggul daripada model asimetri. Hal ini disebabkan pada model asimetris terdapat masin yang tidak melakukan kegiatan apapun selain mengawasi mesin lain. Sedangkan pada model simetris mesin yang menganggur (hanya mengwasi mesin lain) ini dimanfaatkan untuk melakukan komputasi. Inilah yang membuat model simetris lebih efisien.

MODUL ACT POLITEKNIK PELAYARAN FORMAT MS. WORD (BAB III)

ACT
ADVANCE CHEMICAL TANKER

BAB III
PRECAUTION TO PREVENT HAZARDS

3.1. The Hazard and Control Measures Associated With Chemical Tanker Cargo Operation
Load Indicator
Load indicator harus dilengkapi untuk tanker kimia. Operasional tanker kimia sangat kompleks karena pada waktu bersamaan dapat melakukan kegiatan loading, discharging dan ballasting, oleh karenanya perlu secara menerus mengontrol dan memeriksa trim, tekanan beban pada kapal sebelum memulai maupun selama operasionalnya.

Data keselamatan
Awak kapal harus menyadari bahan kimia yang ditanganinya mengandung banyak resko, seperti mudah terbakar, beracun, korosi dan bilamana terjadi hal emergency segera dapat mengatasi (bersama pihak darat) nya. Bahaya-bahaya dari bahan kimia tersebut haruslah ditempelkan pada tempat-tempat umum seperti ruang akomodasi/rekreasi, gang-gang, dan lain-lain, termasuk juga “cargo plan” bersama “cargo hazard data sheet” untuk setiap muatan yang ditangani.

Perencanaan muatan
- Persiapan penempatan muatan selalu merencanakan trim positif bila melaksanakan pembongkaran, tanpa harus mengisi ballast.
- Rencana penempatan muatan sudah dipikirkan tahap-tahapan yang mana dulu dibongkar dan dimuat pada pelabuhan berkut.
- Memonitor hogging dan sagging. Periksa secara seksama distribusi beban dan penekanan pada loadicator.
- Periksa perencanaan muatan sesuai dengan stabelitas dari persyaratan kemampuan penyelamatan kapal seperti yang tertera dalam “loading dan stability information booklet”.
- Yakinkan persiapan loading dan discharge sesuai dengan rencanaan dimana langkah-langkahnya (ditunjukkan pada, lowchart berikut) telah sepenuhnya memuaskan.
- Dalam penempatan muatan, selalu melokasikan setiap muatan sesuai ketentuan IMO (tipe I, II dan III) dan jenis isinya (berdiri sendiri atau integral/gravity atau bertekanan).
- Muatan yang dapat bereaks, satu sama lainnya tidak ditempatkan pada tangki yang bersebelahan.
- Sistem perpisahan harus dipisah dengan double blind flange untuk mencegah kesalahan dalam penanganan kerangan.
- Slalu memeriksa muatan dengan ‘Cargo Hazard Data Sheef’ untuk kecocokan antar muatan.
- Muatan-muatan beracun tidak boleh ditempatkan pada tangki yang bersebelahan dengan produk-produk untuk makanan, obat-obatan dan industri kosmetk.
- Pisahkan sistim perpipaan ini dengan double blind flanging.
- Mempunyai pedoman pabrik mengenai daftar muatan yang cocok dengan lapisan yang ada pada setiap tangki muatan.
- Produk-produk yang berpolimerisasi (styrene, vinyl clorlde) tidak boleh berhubungan dengan sekat muatan yang memerlukan pemanasan (heating).
- Produk-produk yang mudah menguap (volatile) seperti aromatics, ketones, alcohols, dan sebagainya tidak boleh diletakkan bersebelahan dengan sekat muatan panas.
- Tangki bekas muatan yang berbau keras seperti minyak ikan, phenols, actanol, tall-oil, turpentine, molasses, dan sebagainya tidak boleh digunakan untuk muatan-muatan yang sensitive terhadap bau-bauan seperti glycols, vegetable oils, ehyl acetate, alcohols, bexane, heptane, acetone, phthalates, dan sebagainya.
- Bahan kimia (termasuk Naptha) tidak boleh diangkut di dalam tangki yang sebelumnya mengangkut timah hitam sebagai muatan terakhimya.
- Tangki yang berisi produk-produk dengan titik didih tinggi dan mempunyai tingkat kelarutan rendah terhadap air seperti minyak pelumas, pelumas additive, setelah dicuci bekas tangkinya akan meninggalkan sedikit lapisan minyaknya, tangki-tangki demikian tidak cocok untuk dimuat.
- Muatan sensitive seperti methanol. Sebelum memuat dengan muatan yang sensitive terhadap air (hatogenafed ketones) atau sensitive terhadap muatan chloride (alcohols, glycols) yakinkan bukaan tangki valve spindle glands sudah tertutup rapat diatas deck cuaca.
- Double valving umumnya tidak diperhitungkan cukup berguna untuk memisahkan antara muatan kimia: blind flanging sangat diperlukan. Lihat petunjuk IMO mengenai persyaratan pemisahan muatan.
- Periksa kerangan muatan kedap sebelum loading.
- Sebelum loading tiup heating coil diatas dek sebelum loading untuk meyakinkan tidak ada muatan tersisa.
- Setiap muatan kimia yang telah ditentukan ketidak kecocokannya dapat diangkut pada kapal yang sama yang menyediakan pemisahan antar muatan, agar diyakinkan dan termasuk:
- Muatan-muatan yang bereaksi dengan udara harus dipisahkan dari udara dengan menyelimuti muatannya dengan nitrogen murni.
- Sebelum loading, tangki-tangki termasuk saluran pipa, saluran ventilasi, yang menerima muatan tersebut harus diturunkan dibawah maksimum yang dibolehkan dengan cara purging nitrogen murni.
- Muatan yang dimuat dibawah penyelimutan nitrogen.
- Selama pelayaran tangki-tangki tetap dijaga terus menerus : rawan tekanan positip.
- Selama pembongkaran muatan, nitrogen diisi disesuaikan :e-gan kecepatannya.
- Muatan-muatan yang bereaksi dengan air laut dilengkapi dengan lapisan ganda yang membatasinya untuk mencegah kejadian pencampuran.
- Lapisan ganda dilengkapi dengan double bottom atau wing tank antara muatan dengan air laut.
- Kofferdam atau sejenisnya (tangki kosong) memisahkan muatan dengan tangki yang berisi air laut.
- Saluran pipa yang menujuh ke tangki muatan harus berdiri sendiri tidak berhubungan dengan muatan yang berisi air.
- Ventilasi harus terpisah
- Direkomendasikan setiap kapal menyusun daftar periksa (check list) yang berisi item­item yang diperiksa dan diuji sebelum masuk pelabuhan.
Muatan-muatan ini biasanya memerlukan selimut nitrogen memiliki titik embun rendah untuk menghentikan kelembaban air yang masuk jika memuat memerlukan pemanasan (heating) disyaratkan uap panas tidak digunakan.

Pemuatan
Sebelum memulai operasi
Perwira yang bertanggung jawab harus mendiskusikan operasi pemuatannya dengan pihak terminal berkenaan informasi yang akan mengkover sejumlah muatan berhubungan dengan kegunaan, yang akan dimuat, data-data bakunya, antisipasi temperatur muatan dari bermacam grade dan maksimum loading rate untuk setiap muatan.
Loading rate disesuaikan dengan kemampuan kapal, keriterianya mengacu ukuran pipa muat kapal dan sistim ventilasi yang digunakan. Loading rate yang statistislah disetujui. Bila memuat dengan beberapa jenis perintah pemuatan telah dipahami dan disetujui sebelum kedatangan kapal dan persiapannya sesuai perencanaan, serta ketentuan khusus seperti penghentian muat sementara untuk pengambilan sampel guna kontrol kualitas, atau termasuk penambahan additives muatan perlu diprediksi. Pemeriksaan ini boleh memerlukan berbagi form, seperti melihat sepintas lalu tutup ullage, kebersihan tangki yang dimasuki dan pemeriksaan dasar tangki.
Saluran dan sistim ventilasi harus diperiksa untuk menyesuaikan persyaratan khusus untuk setiap jenis muatan.
Pemuatan harus dimulai dengan rate yang rendah hingga memastikan muatannya masuk kedalam tangki yang ditentukan, memenuhi semua pipa dan atau struktur dasar tangki terisi semua. Tangki-tangki yang berhubungan dengan sistim muatan yang sama atau tangki yang bersebelahan harus diperiksa untuk mengetahui adanya kebocoran.
Setelah kondisi ini terpenuhi, loading rate yang disetujui bersama dapat dinaikkan sesuai dengan rencana.Jika beberapa muatan dimuat secara bersamaan, prosedur yang sama dapat dimulai sesuai perintah masing- masing gradenya.

3.2. Danger of Non-Compliance With Relevant Rules/Regulations
B. SIFATDAN BAHAYA MUATAN KIMIA BAGI KESEHATAN
Tujuan lnstruksional Khusus :
Setelah menyelesaikan pembelajaran ini peserta diklat mampu menjelaskan proses-proses pembakaran, peledakan, kondisi-kondisi yang potensial menghadirkan kebakaran/ledakan maupun pemahaman secara umum tentang paparan produk kimia, satuan-satuan ukuran konsentrasi dan efeknya terhadap kesehatan manusia.

1. POTENSI BAHAYA
Pembakaran/peledakan
Perbedaan dasar antara proses pembakaran dan peledakan ditunjukkan pada diagram di bawah ini.
Proses pembakaran adalah suatu reaksi eksotermis, yakni suatu reaksi yang mengeluarkan panas dimana diikuti kenaikan energi dan bersamaan dengan itu pula terjadi penguraian energinya. Peledakan adalah sebagai proses pertambahan tekanan dan temperatur yang amat cepat sebagai adanya reaksi eksotermis atau sebagai pelepasan energi secara amat cepat. Hal ini terjadi karena tidak adanya mekanisme untuk menguraikan energi sehingga laju reaksi pembakaran bertambah kelipatannya dan berakhir hingga semua unsur dalam reaksi kimianya terpakai.

Kondisi terciptanya kebakaran atau ledakan
Kebakaran atau ledakan hanya dapat teijadi jika ketiga situasi terjadi di bawah ini secara bersamaan
• Material yang mudah menyala
• Sumber penyalaan
• Kadar oksigen yang mendukung
Suatu sumber penyalaan dapat menghadirkan bahaya disebabkan karena adanya kemungkinan kesalahan manusia.

Kemungkinan terjadinya sumber penyalaan itu disebabkan:
• Merokok.
• Pekerjaan panas.
• Gesekan antara benda- benda metal.
• Pembakaran spontan.
• Listrik statis.

Listrik Statis
Pada umumnya terjadinya listrik statis disebabkan :
• Pelaksanaan penguapan
• CO2
• Lampu (penyalaan)
• Cairan/uap yang mengalir melalui pipa

Sistim Perlindungan Dengan Katoda
Sistim perlindungan dengan katoda dipasang pada dermaga atau kapal karena adanya perbedaan potensi listrik antara keduanya, yang mana dapat dikarenakan aliran yang besar mengalir sepanjang loading arms, dengan konsekuensi resiko dari loncatan bunga api bila sambungannya patah. Untuk menjaga hal ini, Insulas, sebaiknya diletakkan ke dalam setiap loading arms dalam posisi mana hal demikian tidak akan terputus oieh hubungan karena suatu sebab. Kabel bounding yang tersedia pada dermaga-dermaga jarang sekali mencukup, besar diameternya untuk menghindar, resiko dan percikan bunga api pada hubunganya dengan loading arms.

Daerah bisa terbakar
Batas dan daerah bisa terbakar (meledak) didefmisikan sebaga, suatu batas antara konsentrasi minimum atau maksimum dari uap di udara (% volume) dalam bentuk pencampuran yang mudah terbakar/meledak biasanya disingkat LFL (Lower Flammable Limit) atau batas bawah bisa terbakar hingga UFL (Upper Flammable Limit) atau batas atas bisa terbakar.

Flash Point (FP) = Titik Nyala
Titik nyala suatu bahan didefinisikan sebagai suhu terendah dari cairan yang memberi cukup uap dalam bentuk campuran dengan udara yang mudah terbakar kalau uap tersebut dipanaskan dan pada keadaan tertentu. Keberadaan titik nyala yang rendah diamankan dari segaia resiko yang ada.

Auto Ignition Temperalure (AIT) - Suhu Penyalaan Sendiri
Suhu terendah dan suatu bahan yang akan menyala dengan sendirinya tanpa bantuan nyala (bunga api) dan luar pada kondisi tertentu. Hal ini merupakan konsep kualitatif yang menarik, karena hal ini tidak digunakan sebagai dasar untuk klasifikasi dan bahan berbahaya.

Water Solubility
Air sangat efektif digunakan sebagai media pemadam pada banyak kasus kebakaran, karena sangat baik sebagai media pendingin. Air dapat mendinginkan bahan yang mempunyai FP rendah di bawah tempcratur bisa terbakar. Jika penggunaan ini untuk menurunkan FP dari jenis bahan pelarut seperti pada aceton atau alkohol maka cara pengenceran dengan air dalam jumlah yang banyak haruslah diberikan, namun hal ini sulit dipraktekkan untuk kebakaran besar dan untuk alasan itu air dan busa digunakan sebagai metode pemisahan uap minyak dari oksigen.

Cairan Mudah Menyala/Terbakar
Suatu material diklasifikasikan sebagai mudah menyala atau terbakar tergantung pada titik nyalanya. Cairan mudah menyala adalah cairan yang mempunyai titik nyala < 37,8 °C. Cairan mudah terbakar adalah cairan yang titik nyalanya 37,8° C atau lebih. Bensin atau premium adalah cairan mudah menyala yang kerosine adalah cairan mudah terbakar.

Faktor-Faktor Yang Menentukan Tindakan Emergency
Pada penanganan setiap jenis keadaan darurat dalam hal cairan kimia tumpah atau pipa pecah sudah tentu faktor-faktor dibawah ini hams dipertimbangkan sebelum tindakan yang cepat dilakukan.
- Cairan kimia yang tumpah harus diindentifikasikan.
- Bahaya racunnya harus diketahui. Berapa TLV nya?
- Titik nyala dan temperatur ambient harus dibandingkan, apakah temperatur ambient lebih besar daripada titik nyala? Apakah uap mudah menyala sudah menyebar?
- Batas daerah mudah menyala. Apakah kecil atau meluas?
- Hal ini menyangkut resiko penyalaan sendiri bila daerah tumpahannya meluas
- Relative Density. Apakah nilainya lebih besar atau lebih kecil?
- Pencampuran dengan air. Apakah cairan kimia larut atau tidak larut dengan air atau apakah bereaksi dengan air?
- Uap reiative density. Apakah nilai relative densitynya lebih besar atau lebih kecil dari 1. jika lebih besar dan 1 uapnya akan terlihat atau lebih rendah dari permukaan.
- Apakah ada sumber penyalaan?
- Temperatur dari penyalaan sendiri (korek api, loncatan bunga api) biasanya terjadi bila temperatur lebih besar dari 800°C. Temperatur penyalaan dan kebanyakan cairan kimia di bawah 540°C
- Perhatikan arah angin dan kelembaban dan sebagainya.

Lampiran-lampiran bahaya-bahaya cairan kimia
Contoh dari daftar data-data bahaya dan diagram penyalaan terlampir, untuk informasi lebih jauh, lihat petunjuk-petunjuk dan penuntun keselamatan.

Vapour density
Vapour density is expressed relative to the density of air, as heavier or lighter. Most chemical cargo vapours are heavier than air. Caution must therefore be exercised during cargo operations, as vapour concentrations are likely to occur at deck level or in lower parts of cargo pumprooms.

Solubility
Solubility is expressed in different ways: either as a simple yes or no, as slight, or as a percentage, but always in relation to water. Solubility is temperature dependant. A cargo with low solubility will form a layer above or below a water layer depending on its specific gravity. Most non-soluble chemicals are lighter than water and will float on top but some others, such as chlorinated solvents, are heavier and will sink to the bottom. Chemicals that are heavier than water can cause a safety risk in pumprooms when the overlying water is disturbed, and in drip trays. Kven in cargo tanks they may be trapped under water in pump wells, and pose a danger even after the tank atmosphere is tested and found safe for entry.

Electrostatic charging
Certain cargoes are known as static accumulators, and become electrostatically charged when handled. They can accumulate enough charge to release a spark that could ignite a flammable tank atmosphere. The precautions necessaiy to prevent ignition from electrostatic charging are contained in Chapter 5, and a description of the phenomenon itself is given in Appendix D.

Viscosity
The viscosity of a cargo determines how easy it is to pump, and the amount of residue that will be left after unloading. Viscosity is related to temperature and, in general, a substance will become less viscous at higher temperatures, but note that certain cargoes (such as luboil additives) show increased viscosity when heated. IMO standards define high and low viscosity substances, and require cargo tanks that have contained substances with a high viscosity to be pre-washed and the washings discharged to shore reception facilities.


Data diatas merupakan sebagian ketikan ulang format MS. Word dari Modul ACT Politeknik Pelayaran Format MS. Word (BAB III). Untuk lengkapnya dapat di download pada link dibawah ini:

Saturday, February 11, 2023

HUBUNGAN PERKEMBANGAN TEKNOLOGI DENGAN PRODUKTIVITAS MANUSIA

Teknologi
Teknologi adalah aplikasi praktis dari ilmu pengetahuan untuk memecahkan masalah praktis dan menciptakan produk baru yang mempermudah hidup manusia. Teknologi meliputi berbagai bidang, seperti elektronik, mekanik, biologi, dan lain-lain. Teknologi memainkan peran penting dalam berbagai aspek kehidupan manusia, seperti komunikasi, transportasi, produksi, kesehatan, pendidikan, dan lain-lain. Dalam era modern ini, perkembangan teknologi berlangsung sangat cepat dan membawa perubahan besar dalam kehidupan manusia. Teknologi juga memiliki pengaruh besar pada ekonomi dan bisnis, dengan membantu memperluas jangkauan pasar, meningkatkan efisiensi dan menurunkan biaya produksi. Namun, perkembangan teknologi juga harus dipertimbangkan dengan bijak untuk memastikan bahwa tidak ada dampak negatif bagi manusia dan lingkungan.

Teknologi dapat berupa alat, mesin, sistem, proses, dan metode baru yang digunakan dalam berbagai bidang, seperti elektronik, mekanik, biologi, informasi, dan lain-lain. Perkembangan teknologi sangat cepat dan memiliki dampak besar pada berbagai aspek kehidupan manusia, seperti komunikasi, transportasi, produksi, kesehatan, pendidikan, dan lain-lain. Secara umum, teknologi dapat didefinisikan sebagai penggunaan pengetahuan dan alat untuk memecahkan masalah dan menciptakan solusi yang lebih baik dan efisien dalam berbagai aspek kehidupan manusia.

Produktivitas
Produktivitas berasal dari kata bahasa Inggris productivity yang merupakan gabungan dari dua kata, yaitu product dan activity. Jika dilihat berdasarkan asal katanya, produktivitas memiliki arti suatu bentuk aktivitas yang dilakukan untuk menghasilkan produk barang atau jasa. Secara umum, produktivitas adalah kemampuan setiap orang, sistem, atau suatu perusahaan dalam menghasilkan produk barang atau jasa dengan cara memanfaatkan sumber daya secara efektif dan efisien.

Arti kata produktivitas sendiri masih memiliki nilai yang sama dengan daya produksi dan keproduktifan. Kata tersebut sering digunakan untuk menilai tingkat efisiensi mesin, pabrik, perusahaan, sistem atau seseorang dalam mengubah input menjadi output yang diinginkan. Dengan demikian, berdasarkan penjelasan yang ada, dapat dipahami bahwa produktivitas memiliki tiga unsur penting di dalamnya.
Pertama
Efektivitas yang menjadi nilai ketepatan dalam memilih cara untuk mendapatkan sesuatu atau mencapai tujuan.
Kedua
Efisiensi yang menjadi nilai ketepatan dalam melaksanakan sesuatu dengan cara menghemat sumber daya yang tersedia.
Ketiga
Kualitas yang menyatakan tingkat pemenuhan atas berbagai persyaratan, spesifikasi, atau harapan pelanggan.

Pengertian tersendiri tentang produktivitas dari beberapa para ahli sebagai berikut:
Eddy Herjanto
Eddy Herjanto berpendapat bahwa produktivitas adalah suatu nilai yang menyatakan cara terbaik bagi suatu sumber daya untuk diatur dan digunakan dalam mencapai tujuan secara maksimal.
Kung H. Chen, Thomas W. Lin, Blocher Edward J.
Kung H. Chen, Thomas W. Lin, dan Blocher Edward J. berpendapat bahwa produktivitas adalah hubungan antara jumlah output yang dihasilkan dengan jumlah input yang dibutuhkan untuk menghasilkan output tersebut.
Husein Umar
Husein Umar berpendapat bahwa produktivitas adalah perbandingan antara jumlah output yang dihasilkan dengan jumlah input yang dibutuhkan untuk menghasilkan output tersebut.
Heny Kuswanti Daryanto
Heny Kuswanti Daryanto berpendapat bahwa produktivitas adalah konsep yang merefleksikan hubungan antara hasil produk dengan sumber daya yang dibutuhkan untuk menghasilkan produk tersebut.
Muchdarsyah Sinungan
Muchdarsyah Sinungan berpendapat bahwa produktivitas adalah hubungan hasil nyata antara produk dan input yang sebenarnya.
J. Ravianto
J. Ravianto berpendapat bahwa produktivitas adalah hubungan antara hasil kerja dengan suatu satuan waktu yang diperlukan untuk menghasilkan sebuah produk.

Jadi, meskipun agak mirip dan memang berkaitan erat, namun produk, produksi, dan produktivitas ternyata memiliki definisi yang berbeda. Bila produktivitas adalah kemampuan untuk menghasilkan sesuatu, produksi adalah sebuah proses yang dilakukan untuk menciptakan atau menambah nilai guna dari barang atau jasa, sementara produk adalah sesuatu yang dihasilkan dari proses produksi tersebut.

Hubungan Perkembangan Teknologi Terhadap Produktivtias Manusia
Perkembangan teknologi memiliki hubungan yang erat dengan produktivitas manusia. Dalam era modern ini, teknologi memainkan peran penting dalam membantu manusia meningkatkan produktivitas mereka. Perkembanga teknologi tersebut memiliki dampak positif dan negative terhadap produktivitas manusia. Berikut dampak positif dan negative perkembangan teknologi terhadap produktivitas manusia:

Dampak Positif:
Mempermudah akses informasi
Teknologi seperti internet dan mesin pencari membuat akses informasi menjadi lebih mudah dan cepat, sehingga membantu manusia memperoleh informasi yang mereka butuhkan untuk menyelesaikan tugas mereka dengan lebih efisien.
Meningkatkan efisiensi kerja
Alat dan perangkat teknologi seperti komputer, mesin produksi, dan peralatan kantor lainnya membantu manusia menyelesaikan tugas mereka dengan lebih cepat dan akurat.
Memperluas jangkauan kerja
Teknologi seperti telekonferensi dan kolaborasi daring memungkinkan manusia bekerja dari jarak jauh dan berkolaborasi dengan rekan kerja yang berada di lokasi yang berbeda. Ini memperluas jangkauan kerja dan membantu meningkatkan produktivitas.
Meningkatkan kualitas produk
Alat dan teknologi canggih membantu manusia menciptakan produk yang lebih baik dan berkualitas tinggi.

Dampak Negatif
Penyalahgunaan teknologi
Teknologi yang digunakan untuk hal-hal yang tidak produktif atau bahkan merugikan dapat mempengaruhi produktivitas manusia secara negatif.
Tergantung pada teknologi
Ketergantungan pada teknologi dapat membuat manusia kurang memiliki kemampuan untuk mengatasi masalah secara manual, sehingga mengurangi produktivitas dan kreativitas mereka.
Menimbulkan stres dan tekanan
Teknologi yang selalu meminta perhatian dan selalu mengharuskan manusia untuk terhubung dapat menimbulkan stres dan tekanan yang mempengaruhi kualitas hidup dan produktivitas mereka.
Merugikan kesehatan
Penggunaan teknologi yang berlebihan dapat mempengaruhi kesehatan manusia, seperti masalah mata, postur tubuh yang buruk, dan insomnia.
Merugikan lingkungan
Beberapa teknologi dapat memiliki dampak negatif pada lingkungan, seperti pencemaran udara dan air, penambangan bahan baku, dan lain-lain.
Oleh karena itu, perkembangan teknologi harus dilakukan dengan bijak dan seimbang agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi manusia dan lingkungan.

MODUL ACT POLITEKNIK PELAYARAN FORMAT MS. WORD (BAB II)

ACT
ADVANCE CHEMICAL TANKER

BAB II
FAMILIRIATY WITH PHYSICAL AND CHEMICAL CARGOES

2.1. The Chemical And The Physical Properties of The Noxious Liquid Subtance
Chemical Substance (Zat kimia)
Alam kimia, suatu zat kimia adalah bentuk materi yang konstan komposisi kimia dan sifat yang khas. hal ini idah cacat dipisahkan menjadi komponen-komponen dengan metode pemisahan fisik, yaitu tanpa memecah ikatan kimia, yaitu bahan kimia ini bisa menjadi padat,cair atau pun gas.
Zat kimia sering disebut ‘murni’ untuk membedakan mereka dari campuran. sebuah contoh umum dari zat kimia murni air, tetapi memiliki sifat yang sama dan sama rasio dari hidrogen ke oksigen apakah itu terisolasi dari sungai atau dibuat dalam laboratorium . zat kimia lainnya yang biasa ditemui dalam bentuk murni adalah berlian; karbon), emas, garam meja (nat un klorida) dan halus gula (sukrosa). namun,zat yang tampaknya sederhana atau murni ditemukan di alam sebenamya dapat menjadi campuran dari zat kimia sebagai contoh, air keran dapat mengandung sejumlah kecil natrium klorida terlarut dan senyawa yang mengandung zat besi, kalsium dan banyak zat kimia lainnya.
Zat kimia ada sebagai padatan, cairan, gas, atau plasma dan dapat berubah antara fase materi dengan perubahan suhu atau tekanan. reaksi kimia mengubah satu zat kimia menjadi lain.
Bentuk energi, seperti cahaya dan panas, tidak dianggap sebagai materi, dan dengan demikian mereka tidak “zat” dalam hal ini.

Definisi
Zat kimia (juga disebut zat murni) sering didefinisikan sebagai setiap materi dengan komposisi kimia tertentu di sebagian besar buku teks kimia pengantar umum. Menurut definisi ini zat kimia dapat menjadi murni unsur kimia atau senyawa kimia murni. tapi, ada pengecualian definisi ini, sebuah zat murni juga dapat didefinisikan sebagai bentuk materi yang baik komposisi yang pasti dan sifat yang substansi kimia indeks diterbitkan oleh cas juga mencakup beberapa paduan komposisi tidak pasti non-stoikiometri senvawa adalah kasus khusus (dalam kimia anorganik) yang melanggar hukum komposisi tetap, dan bagi mereka, kadang-kadang sulit untuk menarik garis antara campuran dan senyawa seperti dalam kasus hidrida paladium. Definisi yang lebih luus bahan kimia atau zat kimia dapet di temukan, misalnya: “zat kimia” istilah berarti setiap bahan organik atau anorganik dari identitas molekul tertentu, termasuk-(i) setiap kombinasi dari zat-zat tersebut berlangsung di seluruh atau sebagian sebagai hasil dari reaksi kimia atau terjadi di alam.
Dalam geologi, zat komposisi seragam disebut mineral, sedangkan campuran fisik (agregat) dari beberapa mineral (zat yang berbeda) didefinisikan sebagai batuan. mineral namun, banyak yang saling larut dalam larutan padat, sehingga batu tunggal adalah zat seragam meskipun menjadi campuran feldspar adalah contoh yang ur mn orthoclase adalah aluminium alkali silikat, dimana logam akali secara bergantian baik natrium atau kalium.

Sejarah
Para konsep dari dari “zat kimia” menjadi mapan pada abad kedelapan belas setelah akhir pekerjaan oleh Joseph Proust mengenai komposisi beberapa senyawa kimia mumi seperti tembaga karbonat dasar. dia menyimpulkan bahwa, “semua sampel suatu senyawa memiliki komposisi yang sama, semua sampel memiliki proporsi yang sama, massa, elemen hadir dalam senyawa tersebut”. ini sekarang dikenal sebagai hukum komposisi konstan. Kemudian dengan kemajuan metode untuk sintesis kimia terutama dalam bidang kimia organik; penemuan unsur kimia lebih banyak dan teknik baru dalam bidang kimia analitik yang digunakan untuk isoIasi dan pemurnian unsur dan senyawa dan bahan kimia yang menyebabkan pembentukan modern kimia, konsep didefinisikan sebagai ditemukan dalam buku pelajaran kimia paling, ada beberapa kontroversi mengenai definisi ini terutama karena sejumlah besar zat kimia dilaporkan dalam literatur kimia perlu diindeks.

Kimia elemen
Sebuah element adalah zat kimia yang terdiri dari jenis tertentu dari atom dan karenanya tidak dapat dibagi atau di ubah oleh reaksi kimia menjadi elemen yang berbeda, meskipun dapat transmutated ke elemen lain melalui reaksi nuklir. ini sangat, karena semua atom dalam sampel dari suatu unsur memiliki proton yang sama, meskipun mereka mungkin berbeda isotop, dengan jumlah berbeda dari neutron.
Ada sekitar 120 unsur yang dikenal, sekitar 80 dari yang stabil-yaitu, mereka tidak mengubah oleh peluruhan radioaktif ke unsur lainnya. namun, sejumlah zat kimia yang merupakan elemen bisa lebih dari 120, karena beberapa elemen dapat terjadi sebagai lebih dari zat kimia tunggal misalnya oksigen ada sebagai baik oksigen diatomik (O2) dan ozon (O3) mayoritas elemen diklasifikasikan sebagai logam. Ini adalah elemen dengan karakteristik kilau seperti besi, tembaga, biji logam biasanya menghantarkan listrik dan panas dengan baik, dan mereka mudah dibentuk dan ulet sekitar elemen lusin, seperti karbon, nitrogen, dan oksigen, diklasifikasikan sebagai non-logam tidak tidak memiliki sifat logam dijelaskan di atas, mereka juga memiliki elektronegativitas tinggi dan kecenderungan untuk membentuk ion negatif. Unsur-unsur tertentu seperti silkon menyerupai logam yang kadang menyerupai non-logam, dan dikenal sebagai metaloid.

Senyawa Kimia
Sebuah senyawa kimia mumi adalah zat kimia terdiri dari set tertentu dari molekul atau ion. Dua atau lebih elemen digabungkan menjadi satu zat melalui reaksi kimia membentuk senyawa kimia. Semua senyawa adalah zat tetapi tidak semua zat merupakan senyawa. Sebuah senyawa kimia dapat berupa atom terikat bersama dalam molekul atau kristal yang atom, molekul atau atom membentuk kisi kristal. Senyawa terutama didasarkan pada atom karbon dan hidrogen disebut senyawa organik, dan yang lainnya disebut senyawa anorganik. Senyawa yang mengandung ikatan antara karbon dan logam disebut senyawa prganologam. Senyawa-senyawa dimana komponen berbagai elektron dikenal sebagai kovalen senyawa. senyawa terdiri dari malah dibebankan ion dikenal segai ion senyawa, atau garam.
Dalam kimia organik, bisa ada lebih dari satu senyawa kimia dengan komposisi yang sama dan berat molekul umumnya ini disebut isomer, isomer biasanya memiliki sifat kimia yang secara substansial berbeda, dapat diisolasikan dan tidak spontan mengubah satu sama lain, sebuah contoh umumadalah glukosa vs fruktosa. yang pertama adalah aldehida, yang terakhir adalah keton interkonversi mereka membutuhkan baik enzimatik atau katalistik asam-basa. Namun, ada juga tautomers, dimana isomerisasi terjadi secara spontan, sehingga zat mumi tidak dapat dipisahkan ke dalam tautomers nya sebuah contoh umum adalah glukosa, yang memiliki rantai terbuka dan bentuk cincin. seseorang tidak dapat memproduksi mumi rantai terbuka glukosa karena glukosa secara spontan cyclizes ke hemiacetal bentuk.

Zat dibandingkan campuran
Semua materi terdiri dari berbagai unsur dan senyawa kimia, tetapi ini sering dicampur bersama-sama erat. campuran mengandung lebih dari satu zat kimia, dan mereka tidak memiliki komposisi tetap. Pada prinsipnya mereka dapat dipisahkan menjadi zat komponen dengan murni mekanis proses, mentega , tanah dan kayu adalah contoh umum dari campuran.
Abu-abu besi dan kuning belerang keduanya unsur kimia, dan mereka dapat dicampur bersama dalam rasio untuk membentuk campuran kuning-abu-abu. Tidak ada proses kimia terjadi, dan material dapat diidentifikasi sebagai campuran oleh fakta bahwa belerang dan besi dapat dipisahkan dengan proses mekanis, seperti menggunakan magnet untuk menarik besi jauh dari belerang.
Sebaiknya jika besi dan belerang dipanaskan bersama dalam sebuah rasio tertentu (1 atom besi untuk setiap atom sulfur, atau berat, 56 gram (1 mol) zat besi sampai 32 gram (1 mol) sulfur, suatu bahan kimia yang reaksi terjadi dan zat baru terbentuk senyawa besi (ii) sulfida. Dengan rumus kimia FeS, senyawa yang dihasilkan memiliki semua sifat-sifat zat kimia dan bukan campuran. Besi (ii) sulfida memiliki sifat yang berbeda seperti titik leleh dan, dan dua unsur yang tidak dapat dipisahkan menggunakan proses mekanik normal, magnet tidak akan dapat memulihkan besi, karena tidak ada besi logam hadir kompleks.

Bahan kimia terhadap zat kimia
Sementara zat kimia adalah istilah teknis yang tepat yang identik dengan “kimia” untuk kimiawan prifesional arti dari kata kimia bervariasi untuk non-ahli kimia di dalam dunia berbahasa inggris atau mereka yg menggunakan bahasa inggris. Untuk industri, pemerintah dan masyarakat secara umum di beberapa negara bahan kimia kata termasuk yang lebih luas dari zat yang banyak mengandung campuran zat kimia seperti, sering menemukan kasi di bidang pekerjaan banyak. Di negara-negara yang membutuhkan daftar bahan dalam produk “kimia” tercantum akan disamakan dengan “zat kimia”.
Catatan muatan kimia adalah zat kimia yang dapet diklasifikasikan berdasarkan volume produksi menjadi bahan kimia yang ditemukan dalam penelitian saja. Bahan kimia yang di produksi dengan biaya tinggi dalam jumlah kecil untuk khusus rendah volume aplikasi seperti biocidesm farmasi dan bahan kimia khusus untuk aplikasi teknis. Penelitian bahan kimia diproduksi secara individu untuk penelitian, seperti ketika mencari zat skrining untuk aktifitas farmasi. Akibatnya, harga mereka per gram sangat tinggi, meskipun mereka tidak dijual penyebab perbedaan dalam volume adalah kompleksitas struktur molekul bahan kimia biasanya jauh kurang kompleks. Sementara bahan kimia mungkin lebih kompleks banyak dari mereka cukup sederhana untuk di jual sebagai “blok bangunan” dalam sintesis molekul yang lebih kompleks ditargetkan untuk penggunaan tunggal, seperti yang disebutkan di atas. Produksi bahan kimia yang tidak hanya mencakup sintesis tetapi juga pemumian untuk menghilangkan produk samping dan kotoran yang terlibat dalam sintesis. Langkah terakhir dalam produksi hams analisis banyak patch bahan kimia untuk mengidentifikasi dan mengukur persentase kotoran untuk pembeli dan bahan kimia kemurnian di perlukan dan analisis tergantung pada aplikasi, tetapi toleransi yang lebih tinggi dari kotoran biasanya dalam produksi kimia dengan demikian, pengguna bahan kimia di AS mungkin memilih antara massal atau “nilai teknis” dengan jumlah yang lebih tinggi dari kotoran atau lebih murni banyak "‘farmasi grade”berlabel “USP”.

Teratogen
A substance or agent, exposure to which by a pregnant female can result in malformations in the fetus.

TLV (Threshold Limit Value)
A term used to express the airborne concentration of a material to which most workers can be exposed during a normal daily and weekly schedule without adverse effects. ACGIH expresses TLV s in three ways: 1) TLV TWA, the allowable time-weighted average concentration for a normal 8-hour workday or 40-hour week; 2) TLV STEL, the short-term exposure limit or maximum concentration for a continuous exposure period of 15 minutes (with a maximum of four such periods per day, with at least 60 minutes between exposure periods, and provided that the daily TLV- TWA is not exceeded); and 3) Ceiling (C), the concentration not to exceed at any time.

Toxicology
The study of the nature, effects, and detection of poisons in living organisms. Also, substances that are other wise harmless but prove toxic under particular conditions. The basic assumption of toxicology is that there is a relationship among the dose (amount), the concentration at the affected site, and the resulting effects.

Toxic Substance
Any chemical or material that: 1) has evidence of an acute or chronic health hazard and 2) is listed in the NIOSH REGISTRY OF TOXIC EFFECTS of Chemical Substances (RTECS), provided that the substance causes harm at any dose level; causes cancer or reproductive effects in animals at any dose level; has a median lethal dose (LD50) of less than 500 mg/kg of body weight when administered orally to rats; has a median LD5Q of less than 1000 mg/kg of body weight when administered by continuous contact to the bare skin of albino rabbits; or has a median lethal concentration (LD50) in air of less than 2000 ppm by volume of gas vapor, or less than 20 mg/L of mist, fume, or dust when administered to albino rats.

Upper Explosive Limit, Upper Flammable Limit (VEL, UFL)
The highest concentration of a material in air that produces an explosion or fire, or that ignites when it contacts an ignition. Source (high heat, electric arc, spark, or flame). Any concentration above the UEL in air is too rich to be ignited. See Flammable Limits.

Vapor.
The gaseous state of a material normally encountered as liquid.

Vapor density
The weight of a vapor or gas compared to the weight of an equal volume of air is an expression of the density of the vapor or gas.

VOC (Volatile Organic Compounds)
Used in coatings and paint because they evaporate very rapidly. Regulated by the EPA per the Clean Air Act.


Data diatas merupakan sebagian ketikan ulang format MS. Word dari Modul ACT Politeknik Pelayaran Format MS. Word (BAB II). Untuk lengkapnya dapat di download pada link dibawah ini:
DOWNLOAD Modul ACT Politeknik Pelayaran Format MS. Word (BAB II) Lengkap

Friday, February 10, 2023

MODUL ACT POLITEKNIK PELAYARAN FORMAT MS. WORD (BAB I)

ACT (ADVANCE CHEMICAL TANKER)

BAB I
SAFELY PERFORM AND
MONITOR ALL CARGO OPERATION

1. MELAKUKAN PEMANTAUAN DAN PENGOPERASIAN MUATAN SECARA AMAN
Tujuan Instruksional khusus :
Setelah menyelesaikan pembelajaran ini peserta diklat mampu menjelaskan disain, konstruksi kapal tanker kimia yang didasarkan pada tingkat bahaya dikaitkan dengan sifat-sifat khusus muatan kimia yang diangkut dan pemahaman ketentuan internasional yang mengatur masalah ini.

1.1. DISAIN DAN KARAKTERISTIK KAPAL TANKER KIMIA
A. Chemical Tanker Design, System and Equipment
1. Balanced rudder with conventional propeller
2. Auxiliary unit
3. Lifeboat in gravity davits
4. Hydraulic prime mover
5. Cargo control room
6. Tank heating / tankwash room
7. Cofferdam, empty space between two tanks
8. Vent pipes with pressure-vacuum valves
9. Hydraulic high pressure oil-and return lines for anchorand mooring gear,
10. Hose crane
11. Manifold
12. Wing tank in double hull
13. Double bottom tank
14. Tanktop
15. Longitudinal vertically corrugated bulkhead
16. Transverse horizontally corrugated bulkhead
17. Cargo pump
18. Catwalk
19. Railing
20. Deck longitudinals
21. Deck transverses
22. Cargo heater
23. Forecastle deck with anchor-and mooring gear
24. Bow thruster
25. Bulbous bow

Disain dan konstruksi kapal tanker kimia dilaksanakan berdasarkan dua ketentuan (code) yang dibuat oleh International Maritime Organization (IMO). Dalam persyaratan Peraturan Nomor 13 dari Annex II MARPOL 1973/78 Kapal- kapal tanker kimia yang dibangun sebelum 01 Juli 1986 harus memenuhi persyaratan: “Ketentuan untuk konstruksi dan peralatan kapal-kapal yang mengangkut bahan-bahan kimia berbahaya dalam curah (the BCH code)”
Dalam persyaratan pada chapter VII The International Convention for the Safety of Life at Sea (SOLAS) kapal-kapal yang dibangun pada atau sesudah 01 Juli 1986 harus memenuhi persyaratan: “International Code (ketentuan) untuk konstruksi dan peralatan kapal-kapal yang mengangkut bahan-bahan kimia berbahaya dalam curah (The IBC code)”
Untuk Pemenuhan dan SOLAS 74 & MARPOL 73/78. Dalam kedua ketentuan tersebut pengangkutan bahan kimia dibagi atas 3 tipe (1, 2 dan 3) berdasarkan atas tingkat bahaya yang berkaitan dengan bahan-bahan kimia yang diangkut;

Sifat-sifat khusus dalam menentukan bahaya potensial bahan-bahan kimia yaitu:
• Bahaya kebakaran dan ledakan, seperti: titik nyala, titik didih, daerah mudah terbakar, temperatur yang dapat terbakar sendiri, dan lain-lain.
• Bahaya kesehatan, seperti: keracunan dan sifat-sifat iritasi dari zat-zat tersebut atau uapnya.
• Bahaya pencemaran air, seperti: keracunan pada kehidupan dalam larutan air, bau atau rasa dan kepadatan yang relatif.
• Bahaya pencemaran laut, seperti: merusak pada kehidupan laut (aquatic), degredasi, dan lain-lain.
• Bahaya pencemaran udara, seperti: batas meledak, tekanan uap, kepadatan relatif air dan uap.
• Bahaya reaksi (kimia), seperti: bereaksi dengan air, produk-produk lainnya.
Dalam mendisain dan mengangkut bahan kimia, bahaya-bahaya tersebut harus dipertimbangkan, begitu pula dalam konstruksi dan peralatan yang ada kaitannya, contoh: Tipe penampungan muatan, ventilasi tangki, pengawasan sekitar tangki, peralatan listrik, alat pengukur tangki, deteksi uap, perlindungan kebakaran, konstruksi material dan perlindungan personil.
• Kapal jenis 1 : didisain mampu mengangkut bahan kimia yangsangat bahaya.
• Kapal jenis 2 : didisain mampu mengangkut muatan yang kurang bahaya.
• Kapal jenis 3 : didisain untuk mengangkut muatan yang paling sedikit bahaya.
Sertifikat yang dikenai dengan “Sertifikat Internasional untuk pengangkutan bahan-bahan kimia berbahaya dalam curah” dan daftar produk yang diangkut oleh kapal harus ada.

Gambaran konstruksi kapal
Tanker pengangkut bahan kimia merupakan bagian dari keluarga kapal-kapal tanker, tetapi karena bermacam-macam zat yang bisa diangkut dan bahaya-bahaya lain yang mungkin dapat timbul, kapal pengangkut tersebut termasuk kapal yang rumit.

Dilihat dari sudut pandang sturktur kapal, ketebalan plat kapal akan ditentukan sebagai berikut:
- Berat jenis muatannya.
- Penyetelan P/V valve.
- Sifat-sifat karat muatan.
- Ukuran tangki muatan.
- Perencanaan pemanas muatan dan temperatur.

Hal-hal tersebut di atas dapat memenuhi syarat bila:
• Beberapa macam muatan mempunyai berat jenis yang tinggi. Hal ini dipertimbangkan saat memuat pada tangki sekitarnya yang berpengaruh terhadap scantling lokal dan besar yang tekanannya akan meningkat.
• Setting P/V valve cenderung meningkatkan tekanan dalam tangki. Scantling lokal tentu saja meningkat tetapi kalau tidak ada kenaikan tekanan dalam tangki muatan, scantlings umum tidak berpengaruh.
• Kalau muatan mengakibatkan karat terhadap mild steel, maka diperlukan material khusus. Stainless steel biasanya digunakan untuk mampu dimuati berbagai macam muatan. Apabila mild steel yang digunakan, maka biasanya akan dilapisi dengan pelapis yang cocok. Penting untuk meyakinkan bahwa hanya bahan-bahan kimia yang cocok boleh dimuat ke dalam tangki tersebut, kalau tidak akan terjadi kerusakan terhadap pelapis tersebut.
• Tangki-tangki yang besar yang tidak ada penguat (stiffening) mungkin akan mengakibatkan beban (muatan) dinamis yang tinggi. IMO membatasi ukuran setiap tangki sampai dengan 1250 m untuk kapal tipe 1 dan sampai dengan 3000 m3 kapal tipe 2 dan umumnya mengurangi kemungkinan muatan terlalu berlebihan.
• Apabila muatan yang dibawa dalam temperatur yang tinggi maka tekanan panas dapat dirasakan di dalam struktur tangki, khususnya apabila heating disupply lewat saluran panas (ducts), maka hal tersebut benar-benar memerlukan penambahan ketebalan plat pada tempat tersebut.

Catatan secara umum:
- Tangki-tangki muatan dapat lepas atau menyatu. Tangki-tangki yang lepas adalah benar-benar lepas dari struktur kapal. Tangki-tangki tersebut berada di bawah deck, tetapi tekanan yang dihasilkan dalam struktur tangki karena pemanasan, pendinginan dan lain-lain. tidak ditransmisikan ke struktur kapal.
- Tangki-tangki yang menyatu adalah bagian dari struktur kapal, seperti dalam konstruksi tanker minyak.
- Tangki-tangki gravity atau bertekanan. Tangki gravity adalah tangki yang mempunyai disain tekanan tidak lebih dari 0,7 bar pada puncak tangki. Tangki yang bertekanan adalah tangki yang mempunyai suatu disain tekanan lebih dari 0,7 bar.
- Tangki-tangki yang berisi bermacam-macam muatan harus dipisah satu sama lainnya oleh ruang pembatas (coferdam), ruang kosong, ruang pompa, tangki kosong atau tangki yang berisi muatan yang satu sama lainnya cocok.
- Tidak ada ruang akomodasi atau stasiun pengawasan yang ditempatkan pada daerah tangki.
- Ujung sekat akomodasi yang menghadap daerah muatan harus diisolasi dan jaraknya 3 m sampai 5 m (tergantung dari panjangnya kapal) disepanjang masing-masing blok akomodasi. Harus tidak ada jalan masuk, pintu masuk udara ataupun tempat terbuka/jendela (oppening) ke akomodasi, ruang mesin dan stasiun kontrol pada ruang-ruang terbatas ini. Jendela-jendela dan lampu-lampu samping dalam ruang terbatas ini dipasang permanen (fixed). Hal itu akan mengurangi ditemukannya uap-uap di jalan menuju ruang akomodasi.
- Double bottoms diperlukan di bawah tangki-tangki muatan untuk kapal-kapal tipe 1 dan tipe 2, tetapi kapal tipe 3 tidak perlu ada double bottoms.
- Tangki-tangki harus dijaga sebebas mungkin dari struktur bagian dalam untuk memudahkan pembersihan dan pelapisan (coating). Hal ini berarti tangki sebagai penguat yang umumnya diletakkan di atas double bottom dan pada deck yang terbuka. Apabila ada 2 tangki yang berdekatan strukturnya (susunannya) harus didisain agar bahaya terhadap muatan sangat kecil.
- Alat pengukur tangki boleh dibuka, dihalangi atau ditutup tergantung dari sifat alamiah bahan-bahan kimia yang diangkut.
- Ventilasi tangki dapat dibuka atau dikontrol lagi tergantung pada muatan yang dibawa, dimanajika tangki dipasang P/V valve, tekanan dari luar dapat masuk melalui saluran utama (Common headers). Outlet ventilasi setidaknya harus 10 m dari masukan udara terdekat atau pintu akomodasi dan 4 m diatas dek cuaca atau bagian depan dan gang bagian belakang kapal (3 m jika dipasang dengan katub kecepatan tinggi).
- Tangki-tangki umumnya, dilengkapi dengan baju anti karat (stainless steel). Hal ini untuk mengurangi kontaminasi dan kemudahan untuk pembersihan. Belum ada lapisan dapat menahan semua bahan kimia yang ada dan oleh karenanya hal ini penting diketahui batasan-batasan dari setiap jenis lapisan.Setiap pabrik cat memiliki daftar resistannya sendiri dengan menyebutkan muatan yang disetujui, waktu dan batasan suhu dan sebagainya.
Hal ini penting diikuti secara cermat spesifikasi untuk penerapan lapisan tersebut misalnya Jumlah lapisan, waktu antara aplikasi, temperatur yang diperbolehkan kelembaban, metode penerapan dan sebagainya.

Bagian penting selama perbaikan
Jenis-jenis utama lapisan-lapisan yang digunakan adalah:
• Lapisan epoksi
Umumnya memberikan resistan yang baik terhadap oli, alkalis dan air laut tetapi terbatas pada jenis aromatik seperti benzana, toulene dan sebagainya dan alkohol seperti etanol dan metanol. Seng Silikat sangat resistan dengan pelarut yang kuat tetapi tidak tahan terhadap asam atau alkalis.
• Damar Penolik Resistan
Resistan dengan pelarut yang kuat seperti benzana, xilen dan sebagainya. Umumnya resistan dengan seluruh bahan kimia yang sesuai dengan seng silikat.
• Rubber Linings
Digunakan untuk asam-asam kuat dan alkalis kuat.
• Poliuretana.
Untuk semua muatan yang cocok dengan lapisan epoksi dan juga beberapa pelarut dengan seng silikat. Setiap tangki harus disemprot dengan pasir (sand blashing) sehingga permukaannya sesempurna mungkin sebelum pelapisan dikenakna sesuai kondisi persyaratan pemeriksaan yang diinginkan.

PERALATAN BONGKAR MUAT DAN PERLENGKAPAN KAPAL TANGKI KIMIA
Instruksional khusus:
Setelah menyelesaikan pembelajaran ini peserta diklat mampu menjelaskan sistim perpipaan, selang-selang muat, kerangan, pompa-pompa, ventilasi, peraturan IGS yang disyaratkan oleb IMO dalam penanganan muatan di kapal tangki kimia.
Sistim Perpipaan Muatan
Sistim perpipaan muatan harus didisain untuk memperkecil resiko kontaminasi antar muatan dan mengurangi masalah pembersihan, tetapi juga untuk memungkinkan pembongkaran muatan yang scrempak dan tangki-tangki ke darat. Tutup ujung pipa (Blind flanges) harus ada pada sistim perpipaiin dimana ada inter­ connection (sambungan) antara tangki-tangki untuk pemisahan muatan. Pemisahan muatan yang tidak cocok/ bertentangan maka diperlukan double blind flanges dengan dipasang drain diantara keduanya atau lainnya yaitu spool piece yang bisa dipindabkan (dilepas). Apabila dipasang drain yang biasa, maka harus diperhatikan penutup yang tepat ketika dilaksanakan pemisahan antar muatan.
Peraturan tentang sistim saluran pipa dan istilah minimum flanges
Perhatian harus diambil untuk flange gasket dengan material yang cocok. Ukuran dan material pipa, flanges dan Utting adalah standar ukuran normal sistim perpipaan tanker, manifolds dll. mengacu pada ANSI 150 lb. rating.Expansion Glands tidak diperbolehkan pada pipa muatan tanker kimia.

B. Pump Theory and Characteristic, Including Type of Cargo Pump And Thier Safe Operation
A Chemical Cargo Pump
The Centrifugal Pump to Effectively Suction Chemical Liquids.
Chemical tankers that can hold large amounts of various chemical liquids have emerged as the most efficient and important means of delivering these chemicals to Japan as it is surrounded by the sea in all directions. Along with chemical tankers, a chemical cargo pump that is used for loading and unloading chemical liquids has also been developed.
By the way, do you think that a chemical cargo pump must be a gear or screw pump to effectively suction chemical liquids?
While it is, in fact, difficult to pump chemical liquids with a normal centrifugal pump, the YOKOTA centrifugal-type Enhanced Self-Priming Pump, in use since 1973, has gained a widespread reputation as an effective chemical cargo pump.

How is the Enhanced Self-Priming Pump being utilized?
The pump located on the deck.
What are the advantages of using the Enhanced Self-Priming Pump?

Given the examples from above, it is clear that the YOKOTA Enhanced Self-Priming Pump is a chemical cargo pump system that can substantially improve the efficiency of loading and unloading work.
• It can be installed on the deck.
• It can substantially improve the efficiency of loading and unloadingwork.
• It is safe.
• Maintenance is easy and economical.

Enhanced Self-Priming Pump liquid suction structure (PAT.)
1. Bleed pipe
2. Float valve
3. Suction pipe
4. Pump suction inlet
5. Main impeller
6. Water-air separating impeller
7. Return passage
8. Non-Water Hammer Check Valve

Why use the Enhanced Self-Priming Pump?
We will explain how the YOKOTA Enhanced Self-Priming Pump is utilized using the examples of two tankers.
The tanker in the above-left photo (owned by marine firm H, 492 tons) was constructed in 1991. It is a chemical tanker that mainly transports acetic acid and is equipped with two Enhanced Self-Priming

Pumps UPS type.
Pump specifications: 150mm bore diameter, 200m3 per hour discharge rate, 50m pump head capability, md interlocked with a vacuum pump VP-S type.
The figure below is a layout drawing of the pump. It should be noted that the pump compartment is : cated on the deck.
A gear pump can be used only from the bottom of the ship, and therefore proves troublesome when : waning the tank or pump due to its location. With regards to safety, it is far more convenient to locate the pump on the deck of chemical tankers that handle toxic and volatile liquids. The Enhanced Self-F riming Pump can be installed on the deck with no problems whatsoever. Of course, it could also be ned at the ship bottom, allowing the user to choose the best option.

Layout with the pump equipped on the deck
The tanker in the above-right photo (owned by marine firm D, 449 tons) was constructed in 1992. It is a chemical tanker that mainly transports acrylic acid and is equipped with three Enhanced Self-Priming Pumps UPS type.
Pump specifications: 100mm bore diameter, 120m3 per hour discharge rate, 50 m pump head capability, and interlocked with a vacuum pump VP-S type.

For this ship, the pump compartment is located on the mid-deck.
Since acrylic acid is a highly toxic liquid and other liquids are also often transported in place of acrylic acid, from an efficiency and safety standpoint, the ship's captain and crewmembers are hjpleased to have

The main pump is in the middle of the structural view, and at the above right is the vacuum pump.
1. The vacuum pump is activated.
2. The cargo liquid is suctioned through the following passages according to the degree of vacuum increase. Suction pipe (3) -> Pump suction inlet (4) -> Main impeller (5) -> Water-air separating impeller (6) -> Bleed pipe (1) -> Float valve (2)
3. When the liquid flows into the float valve (2), the buoyancy of the float opens the air valve located above it.
4. When air enters through the air valve, the liquid returns to the main pump and is prevented from . flowing into the vacuum pump.
5. The main pump is activated.
6. This point, although there is air remaining in the suction pipe or main pump, the liquid returns to he pump suction inlet (4) through the return passage (7) due to the water-air separating action of the water-air separating impeller (6), so that only air flows into the vacuum pump side.
7. When the air in the main pump has been completely removed and operation is stable, the vacuum pump stops. However, it reactivates when the sweeping operation (stripping) starts.
8. In the sweeping operation, some air is suctioned and mixed into the liquid, but most of the air is Concentrated at the center of the main impeller (5).
9. Since the accumulated air is exhausted by the vacuum pump through the holes located in the main-peller (5) and water-air separating impeller (6), the sweeping operation can be performed by Continuous bleeding. As a result, suction can be maintained until the bottom of the tank is visible.

Karaterikstik muatan dan bahaya muatan
Seperti dapat disimpulkan dari statistik sebelumnya, banyak dari muatan-muatan yang diangkut menimbulkan bahaya bagi kapal, ingkungan atau personil walaupun sudah mengikuti standard Kualitas dan penanganan muatannya. Bahaya-bahaya tersebut seperti cairan-cairan yang mudah menyala, ada yang beracun, corrosive maupun merusak dan sebagian lagi berpotensi untuk bereaksi sendiri atau bereaksi dengan yang lainnya. Oleh karenanya diperlukan analisa detail dan kandungan khas yang dimiliki muatan tersebut hal mana sering dijumpai dalam muatan yang diperdagangkan :

Densiti muatan:
Muatan-muatan yang diangkut memiliki densiti berkisar 0.66-2.17 kg/dm dan yang memiliki densiti tinggi adalah teristimewa dari jenis anorganic acids, caustic soda dan kebanyakan halogenaied hydrocarbon.

Viskositas tinggi atau Pour Point:
Sering dijumpai pada minyak olie dengan additivenya, molasses dan banyak lagi kimia-kimia khusus lainnya.

Tekanan uap atau titik didih rendah:
Relativo tekanan uap tinggi (8,5 - 14,0 psig) sering dimiliki pada banyak produk petroleum dan petro kimia, serta pengangkutan pada sejumlah muatan semi gas yang pendinginan dan tekanannya disyaratkan yang umumnya muatan propylene oxide dan isoprene.

Titik nyala rendah, titik temperatur penyalaan rendah, batas daerah bisa bakar:
Sejumlah produk dari Petrokimia memiliki bahaya penyalaan melebihi dari produk petroleum asalnya yang diangkut. Ini meliputi beberapa produk dengan temperatur penyalaan rendah yang pengangkutannya perlu ditambahkan dalam persyaratan spesifik. Persyaratan tersebut untuk produk yang memiliki titik nyala dibawah 200 C (FP < 200 C) atau batas daerah bisa terbakar melebihi batas 20 % dalam volume udara.

Korosi tinggi. bereaksi dengan material konstruksi kapal:
Ini meliputi acids (asam) dan produk-produk lain yang korosive terhadap material konstruksi kapal. Pada umumnya diperlukan dari material stainless stell untuk menyimpan (tangki) muatan tersebut dan peralatan muatannya menghindarkan penggunaan material seperti dari kuningan, alumunium atau perunggu.

Reaksi air, reaksi udara, reaksi dengan muatan lainnya:
Batasan produk yang diangkut dimasukan kedalam kategori dan diperlukan tempat penyimpanan dan persyaratan khusus dalam penanganannya. Kategori bahan kimia ini cukup mampu bereaksi dengan ajr (misal acids, acetic anhydride atau toiuene diisocyanate) sehingga menyebabkan bahaya dikarenakan pengeluaran uapnya, aerosols atau panas yang tinggi. Produk-produk lain seperti methanol, oli dan alkohol dapat menurunkan kualitasnya atau tidak dapat digunakan lagi bila terkontaminasi dengan air yang dimaksud di atas.Contoh dari muatan-muatan yang bereaksi dengan udara seperti sodium hydrosulphide (reaksi dengan CO2 menghasilkan H2S) atau beberapa produk minyak sayuran menghadirkan O2 yang semakin besar dan menjadi busuk.

Polymerisasi ; bereaksi sendiri:
Banyak produk petrokimia yang diangkut masuk kedalam kategori ini. Pada sejumlah besar dari muatan-muatan potensial untuk berpolimerisasi diangkut dengan hati-hati atau dicampur zat-zat tertentu dalam batas waktunya. Styrene, methyl methacrylated dan vinyl acetate monomer adalah contoh yang baik. Potensial untuk muatan bereaksi sendiri yang diangkut termasuk propylene oxide dan butylene oxide.

Racun tinggi iritasi dan uap cairan:
Umumnya kebanyakan dari karakteristik petrokimia yang terpapar pada personel, kena cairan dan uap campurannya harus dicegah. Anilene, phenol dan toluence dl- isocyanate sebagai contoh muatan-muatan yang beracun tinggi. Penghirupan uap- uapnya diketahui menyebabkan alergi dalam jangka waktu panjang (contoh isocyanaies) dan beberapa cairannya menyebabkan korosi pada kulit (seperti formic acid).

Panas tinggi, titik beku rendah:
Kandungan ini umumnya dimiliki pada muatan-muatan yang kekentalan atau kepadatannya mendekati temperatur ambient, sebagai contoh olie dengan additivenya, beberapa jenis dari petrokimia, molasses, waxes dan minyak-minyak dari binatang, tumbuh-tumbuhan dan gemuk (Fats).

Panas Sensitive:
Banyak produk-produk termasuk, berbahaya karena panas dari tangki yang bersebelahannya termasuk minyak goreng, minyak ikan dan sejumlah produk petro Kimia. Sensitive tinggi karena ketidak bersihan: Kategori termasuk produk ini adalah caustic soda, kebanyakan produk petrokimia, minyak sayur dan gemuk, mineral spirits, binatang yang dapat dimakan serta lainnya dari bahan kimia khusus.

Data diatas merupakan sebagian ketikan ulang format MS. Word dari Modul ACT Politeknik Pelayaran Format MS. Word (BAB I). Untuk lengkapnya dapat di download pada link dibawah ini:

MANFAAT BUAH-BUAHAN UNTUK KESEHATAN (APEL, ANGGUR, PEPAYA, ALPUKAT, LEMON)

BUAH APEL
Buah apel di deskripsikan sebagai buah yang memiliki bentuk bulat dan permukaan halus yang ditutupi dengan kulit yang tipis. Dalam buah apel terdapat banyak biji kecil berwarna hitam yang terletak di sekitar tengah buah. Buah apel dikenal karena rasanya yang manis dan segar serta memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Buah apel sering dikonsumsi sebagai makanan ringan atau ditambahkan ke salad, jus, atau masakan lainnya. Buah apel juga digunakan dalam berbagai industri, seperti industri makanan dan minuman, farmasi, dan kosmetik. Ekstrak apel sering digunakan sebagai bahan dasar untuk produk-produk perawatan kulit dan rambut.
Buah apel memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, di antaranya:
Mengandung serat
Buah apel mengandung serat pembersih yang baik bagi saluran Buah apel adalah buah berwarna merah, hijau, atau kuning yang berasal dari pohon pencernaan dan dapat membantu mencegah masalah kesehatan seperti sembelit dan kanker usus besar.
Kaya antioksidan
Buah apel mengandung antioksidan seperti flavonoid dan polifenol yang dapat membantu melindungi sel-sel dari kerusakan radikal bebas dan mencegah penuaan dini.
Mencegah penyakit jantung
Buah apel diketahui dapat membantu mencegah penyakit jantung karena kandungan serat, antioksidan, dan vitamin C-nya.
Mengatur kadar gula darah
Buah apel dapat membantu mengatur kadar gula darah karena kandungan serat dan pectin-nya.
Meningkatkan kesehatan tulang
Buah apel mengandung kalsium, magnesium, dan fosfor yang penting bagi kesehatan tulang.
Mencegah kanker
Beberapa studi menunjukkan bahwa konsumsi buah apel dapat membantu mencegah berbagai jenis kanker, seperti kanker paru-paru, kanker usus besar, dan kanker payudara.

BUAH ANGGUR
Buah anggur adalah buah berwarna merah, ungu, atau hijau yang berasal dari tanaman anggur. Tanaman anggur adalah tanaman berbunga yang berasal dari daerah mediterania dan dapat tumbuh di berbagai wilayah di seluruh dunia. Buah anggur memiliki bentuk bulat atau lonjong dan memiliki banyak biji yang terletak di sekitar tengah buah. Buah anggur dikenal karena rasanya yang manis dan segar serta memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Buah anggur sering dikonsumsi sebagai makanan ringan atau ditambahkan ke salad, jus, atau masakan lainnya. Buah anggur juga digunakan dalam pembuatan anggur, bir, dan produk-produk lainnya.
Buah anggur juga memiliki banyak manfaat bagi Kesehatan. Berikut adalah beberapa manfaat kesehatan yang dapat diperoleh dari konsumsi buah anggur:
Mengurangi risiko penyakit jantung
Buah anggur mengandung antioksidan yang membantu mencegah kerusakan pada pembuluh darah dan mencegah pembentukan plak, sehingga mengurangi risiko penyakit jantung.
Mencegah stroke
Buah anggur juga mengandung antioksidan yang membantu mencegah kerusakan pada pembuluh darah dan membantu mencegah stroke.
Mencegah kanker
Buah anggur mengandung antioksidan yang membantu mencegah kerusakan sel dan membantu mencegah kanker.
Meningkatkan kesehatan tulang
Buah anggur mengandung kalsium, magnesium, dan fosfor yang membantu memperkuat tulang dan meningkatkan kesehatan tulang.
Mencegah masalah kulit
Buah anggur mengandung antioksidan yang membantu mencegah kerusakan sel dan membantu mencegah masalah kulit, seperti keriput dan tanda-tanda penuaan.
Meningkatkan sistem kekebalan
Buah anggur mengandung vitamin C yang membantu meningkatkan sistem kekebalan dan membantu mencegah infeksi.
Mencegah masalah penglihatan
Buah anggur mengandung vitamin A dan antioksidan yang membantu mencegah masalah penglihatan, seperti rabun jauh dan rabun dekat.
Meningkatkan kesehatan mental
Buah anggur mengandung antioksidan yang membantu mencegah stres oksidatif dan membantu meningkatkan kesehatan mental.

BUAH PEPAYA
Buah pepaya adalah buah yang berasal dari tanaman pepaya (Carica papaya). Tanaman ini berasal dari Amerika Tengah dan Selatan, dan kini ditanam di seluruh dunia sebagai tanaman pertanian. Buah pepaya berwarna kulitnya berwarna hijau atau kuning, tergantung dari tingkat kematangan, dan memiliki daging buah yang berwarna kuning atau merah muda dan memiliki rasa manis dan sedikit asam. Pepaya mengandung banyak nutrisi seperti vitamin C, vitamin A, dan serat, dan sering digunakan dalam berbagai hidangan, baik dalam bentuk segar maupun dalam bentuk olahan, seperti jus, salad, atau smoothie.

Buah pepaya memiliki banyak manfaat kesehatan yang sangat baik bagi kesehatan, di antaranya:
Mengandung antioksidan
Pepaya mengandung antioksidan seperti beta-karoten dan vitamin C yang bertindak melindungi sel-sel dari kerusakan akibat radikal bebas.
Mencegah penyakit kronis
Pepaya memiliki kandungan enzim papain yang membantu dalam memecah protein dan memiliki manfaat dalam mencegah penyakit kronis seperti jantung, kanker, dan diabetes.
Mengurangi inflamasi
Pepaya mengandung enzim bromelain yang membantu mengurangi inflamasi dan membantu mengatasi masalah kesehatan seperti artritis dan sakit kepala.
Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
Pepaya mengandung vitamin C yang membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan membantu melawan infeksi.
Meningkatkan kesehatan jantung
Pepaya memiliki kandungan potassium yang membantu menjaga keseimbangan elektrolit dan membantu menjaga kesehatan jantung.
Mengatasi masalah pencernaan
Pepaya mengandung serat yang membantu mengatasi masalah pencernaan seperti sembelit dan membantu menjaga kesehatan usus.
Meningkatkan kesehatan kulit
Pepaya mengandung vitamin A dan antioksidan yang membantu menjaga kesehatan kulit dan membantu mengatasi masalah seperti keriput dan tanda-tanda penuaan.

BUAH ALPUKAT
Alpukat adalah buah yang berasal dari pohon alpukat (Persea americana), yang tumbuh di wilayah subtropis dan tropis. Buah ini memiliki kulit yang kasar dan tebal, dan dalamnya mengandung daging yang lembut dan lezat. Alpukat biasanya digunakan dalam masakan, seperti guacamole, salad, atau dipakai sebagai bahan untuk membuat minyak sayur. Alpukat juga kaya akan lemak tak jenuh tunggal, yang membantu menjaga kesehatan jantung dan memperbaiki kesehatan kulit.

Berikut adalah beberapa manfaat kesehatan dari buah alpukat:
Kaya Nutrisi
Alpukat mengandung berbagai nutrisi penting, seperti vitamin K, vitamin C, vitamin B6, potassium, dan folat.
Kaya Lemak Sehat
Alpukat kaya akan lemak tak jenuh tunggal, yang dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dan mengurangi risiko penyakit jantung.
Meningkatkan Kesehatan Jantung
Alpukat juga mengandung antioksidan, seperti lutein, zeaxanthin, dan vitamin E, yang membantu melindungi jantung dan mengurangi risiko penyakit jantung.
Meningkatkan Kesehatan Kulit
Alpukat mengandung vitamin E, yang dapat memperbaiki kesehatan kulit dan melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar UV.
Meningkatkan Kesehatan Otak
Alpukat juga mengandung antioksidan, seperti oleokantal, yang dapat membantu mencegah kerusakan sel-sel otak dan memperkuat fungsi otak.
Mengontrol Berat Badan
Alpukat memiliki kandungan lemak yang tinggi dan tingkat serat yang tinggi, sehingga dapat membantu mengontrol nafsu makan dan membantu menurunkan berat badan.

BUAH LEMON
Lemon adalah sejenis buah yang memiliki daging berwarna kuning dan kulit tipis yang berwarna hijau atau kuning cerah. Buah lemon memiliki rasa yang asam dan sangat banyak digunakan dalam masakan, minuman, dan produk perawatan kecantikan. Selain itu, lemon juga kaya akan vitamin C dan memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, seperti meningkatkan sistem kekebalan tubuh, membantu membersihkan pencernaan, dan membantu mencegah beberapa jenis penyakit.

Buah lemon memiliki banyak manfaat kesehatan, antara lain:
Kaya akan Vitamin C
Buah lemon kaya akan vitamin C, yang membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh dan melindungi tubuh dari serangan infeksi dan penyakit.
Mencegah batu ginjal
Asam sitrat dalam lemon dapat membantu mencegah pembentukan batu ginjal dengan memperbaiki keseimbangan asam-basa dalam tubuh.
Meningkatkan kualitas air susu ibu
Menambahkan air lemon dalam air minum dapat membantu meningkatkan kualitas air susu ibu pada ibu menyusui.
Membantu pencernaan
Lemon membantu membersihkan usus dan meningkatkan produksi asam lambung, yang membantu memperbaiki pencernaan dan mencegah masalah pencernaan seperti sembelit.
Mencegah infeksi mulut
Buah lemon kaya akan antibakteri yang membantu mencegah infeksi mulut dan memelihara kesehatan gusi.
Menurunkan tekanan darah
Vitamin C dan kalium dalam lemon dapat membantu menurunkan tekanan darah dan mencegah masalah kardiovaskular.
Membantu mencegah kanker
Zat anti-kanker dalam lemon membantu mencegah pertumbuhan sel kanker dan membantu mencegah kanker.

Thursday, February 9, 2023

DESKRIPSI MAMALIA SECARA UMUM

Mamalia adalah kelompok hewan yang memiliki beberapa karakteristik unik, seperti memiliki susu untuk menyusui anak mereka, memiliki rambut di seluruh tubuh mereka, dan memiliki sistem yang membantu mengatur suhu tubuh mereka. Mamalia juga memiliki sistem saraf yang canggih dan memiliki indera yang baik, seperti pendengaran, penglihatan, dan penciuman.

Mamalia merupakan salah satu kelas besar dalam taksonomi biologi dan terdiri dari berbagai spesies yang sangat beragam, termasuk hewan seperti kelinci, tikus, gajah, kucing, dan manusia. Mamalia memiliki beberapa keunikan dalam hal perkembangan dan reproduksi, dengan banyak spesies memiliki siklus kelahiran yang dipengaruhi oleh hormon dan memiliki masa hidup yang relatif panjang. Secara umum, mamalia dianggap sebagai hewan yang sangat beragam dan penting bagi ekosistem mereka, memainkan peran penting dalam rantai makanan dan membantu menjaga keseimbangan lingkungan.


Mamalia diklasifikasikan ke dalam berbagai subkelas, ordo, famili, genus, dan spesies berdasarkan karakteristik anatomi, morfologi, dan filogenetik. Beberapa subkelas mamalia meliputi:
Monotremata
Ini adalah subkelas mamalia yang paling primitif dan meliputi hewan seperti platypus dan echidnas. Monotremata memiliki beberapa karakteristik unik, seperti memproduksi telur dan memiliki rambut.
Marsupialia
Ini adalah subkelas mamalia yang meliputi hewan seperti kanguru, wallaby, dan koala. Marsupialia memiliki struktur tas berbahan bulu di bagian depan tubuh mereka untuk membawa dan menyusui anak mereka.
Placentalia
Ini adalah subkelas mamalia yang paling banyak ditemukan dan meliputi sebagian besar spesies mamalia, termasuk manusia. Placentalia memiliki sistem plasenta untuk membantu menyediakan nutrisi dan oksigen untuk embrio dan janin mereka selama periode kehamilan.

Dalam taksonomi biologi, mamalia juga diklasifikasikan menjadi berbagai ordo, seperti: Carnivora (binatang pemangsa), Cetacea (paus dan lumba-lumba), Chiroptera (kelelawar), Primates (primata, termasuk manusia), Rodentia (tikus dan kelinci), dan lainnya.

Scara umum daur hidup Mamalia sebagai berikut: 
Tahap Pertama (Embrio)
Ini adalah tahap pertama dalam perkembangan seorang mamalia. Embrio terbentuk setelah terjadinya pembuahan sel telur oleh sel sperma. Dalam tahap ini, embrio berkembang menjadi organisme yang sangat sederhana.
Tahap Kedua (Janin)
Tahap ini berlangsung selama beberapa bulan dan merupakan periode pertumbuhan dan pengembangan embrio yang intens. Dalam tahap ini, embrio berkembang menjadi janin yang memiliki bentuk dan organ yang lebih kompleks.
Tahap Ketiga (Lahir)
Pada akhir tahap janin, mamalia lahir dari rahim ibunya. Pada saat lahir, mamalia memiliki bentuk dan ukuran yang relatif kompleks dan memiliki beberapa organ yang sudah berfungsi.
Tahap Keempat (Pertumbuhan dan Pengembangan)
Setelah lahir, mamalia melalui tahap pertumbuhan dan pengembangan yang mencakup perkembangan fisik dan mental. Dalam tahap ini, mamalia memperoleh ukuran dan kemampuan yang lebih besar dan membentuk hubungan dengan lingkungan sekitarnya.
Tahap Kelima (Reproduksi)
Setelah mencapai pubertas, mamalia dapat memulai tahap reproduksi dan memproduksi keturunan mereka sendiri.
Tahap Keenam (Kehidupan Dewasa)
Setelah melewati tahap reproduksi, mamalia memasuki tahap kehidupan dewasa dan melakukan aktivitas seperti bekerja, mempertahankan lingkungan hidup, dan berinteraksi dengan makhluk lain.
Tahap Ketujuh (Usia Tua)
Pada akhir hidup, mamalia memasuki tahap usia tua dan mulai mengalami penurunan dalam aktivitas dan kesehatan mereka.

Ini adalah gambaran umum dari daur hidup mamalia. Namun, setiap spesies mamalia memiliki daur hidup yang sedikit berbeda satu sama lain dan dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti lingkungan, pola makan, dan gaya hidup.