Friday, July 8, 2022

PENGARUH BAHASA JERMAN SEBAGAI WADAH GLOBALISASI GENERASI MILENIAL

Bahasa berperan sebagai suatu alat komunikasi, alat adaptasi sosial dan alat integrasi sosial yang digunakan oleh manusia yang dipakai dalam kegiatan sehari-hari dan menjadi bagian vital dari kegiatan interaksi manusia. Bahasa dalam kehidupan merupaka salah satu komponen penting yang menjadi tonggak utama dalam berkomunikasi baik di nasional maupun dunia internasional Dengan bahasa seseorang dapat menyampaikan ide, pikiran, perasaan atau informasi kepada oranglain, baik secara lisan maupun tulisan. Hal ini sejalan dengan pemikiran para ahli bahwa bahasa adalah alat komunikasi antar anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh manusia. Bahasa dipergunakan pada sebagian besar aktivitas manusia, tanpa bahasa manusia tidak dapat mengungkapkan perasaannnya, menyampaikan keinginan, memberikan saran dan pendapat, bahkan sampai tingkat pemikiran seseorang yang berkaitan dengan bahasa. Semakin tinggi penguasaan bahasa seseorang, semakin baik pula penggunaaan bahasa dalam berkomunikasi.

Globalisasi adalah proses intergrasi internasional yang terjadi karena pertukaran pandangan dunia, produk, pemikiran, dan aspek kebudayaan lainya. Globalisasi yaitu perubahan yang terjadi dalam berbagai aspek kehidupan manusia (Theodore Levitte: 1985). Dimana globalisasi juga diartikan sebagai sebuah proses yang menempatkan masyarakat dunia dapat menjangkau satu dengan yang lain atau saling terhubungkan dalam semua aspek kehidupan, baik dalam bidang ekonomi, politik, budaya, teknologi maupun lingkungan. Dalam proses globalisasi terhadap pengunaan Bahasa asing, generasi muda atau yang sering disama artikan sebagai generasi milenial memiliki peran penting sebagai agen dan penyerapan kebudayaan dari negeri sebrang. Salah satu nya pengunaan Bahasa jerman yang tidak kalah populer dan menarik untuk dipelajari. dengan kemahiran berbahasa Jerman bisa membuka peluang dan manfaat yang tidak terbatas. Belajar bahasa Jerman berarti memperoleh kemampuan yang dapat meningkatkan kualitas hidup profesional dan pribadi terutama untuk para anak muda.

Pengaruh bahasa asing terhadap bahasa nasional menjadi kan peluang untuk mengembangkan dan meningkatkan bahasa penerima menjadi bahasa modern serta mampu untuk berekspresi di berbagai bidang. Hal ini dilakukan agar sumber daya manusia dapat berpartisipasi dalam globalisasi dunia. Kemampuan bahasa asing semacam ini tentunya akan menjadi faktor jembatan bagi keberhasilan generasi muda khususnya dalam bidang akademik dan kerja, karena untuk dapat bertahan dan menjadi Indonesia yang lebih maju, bahasa asing harus diperkenalkan dan dipelajari agar tidak ada gap dengan negara lain yang bisa menguasai bahasa asing. Belajar Bahasa asing terutama jerman tidak berarti melepaskan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa ibu, namun untuk mampu bersaing di kancah internasional, mampu menguasai lebih dari satu Bahasa sangat diperlukan mengingat Bahasa merupakan perantara komunikasi dan informasi dalamsegala aspek kegiatan. Zaman sekarang, hanya bisa menggunakan satu bahasa saja sangatlah sulit untuk bisa masuk dalam global competition. Apalagi posisi negara kita yaitu sebagai negara berkembang yang masih memerlukan bantuan dan kontribusi dari negara lain khususnya negara maju


LANTAS BAGAIMANA PERAN BAHASA JERMAN DI INDONESIA?
Globalisasi tentunya merupakan sebuah tantangan baru bagi masyarakat Indonesia, menjadi satu dari banyak nya bagian dari agen globalisasi merupakan salah satu wujud dari memajukan bangsa untuk dunia yang lebih luas lagi. Globalisasi seolah membuat dunia tidak ada batas lagi, begitu banyak pintu dan jembatan terbuka dan terbentang luas. peluang untuk berkomunikasi dengan masyarakat luar pun semakin terbuka lebar. Bahasa jerman mungkin tidak sepopuler Bahasa inggris namun nyatanya jerman menduduki tingkat yang cukup tinggi untuk dipelajari (Literasi Nusantara).

Eksistensi Bahasa di dunia pendidikan belakangan ini menjadi sorotan, pemahaman Bahasa asing terhadap penerus generasi sering mejadi perbincangan. Pemahaman dan kemahiran pengunaan Bahasa asing di kalangan generasi muda adalah salah satu tujuan pemerintah terhadap generasi milenial yang dengan ini diharapkan generasi milenial mampu untuk mengembangkan skill pada diri sendiri, menambah wawasan dengan keberagaman mempelajari Bahasa lain dan hal lainnya yang menunjang pada peningkatan kualitas diri masyarakat.

Bahasa jerman juga merupakan Bahasa internasional yang banyak dipelajarioleh sebab itu tak heran banyak nya minat generasi muda meningkat dan sebanding dengan peminat belajar Bahasa lain nya seperti inggris. Pengaruh Bahasa jerman dapat dilihat dari kedudukan kuat negara jerman di eropa baik di Indonesia, disisi lain bangsa Indonesia memiliki hubungan yang sudah berlangsung sejak lama dengan bangsa jerman. semangat dan antusiasme untuk belajar bahasa Jerman kembali muncul, antara lain disebabkan semakin banyak pihak yang sadar bahwa bahasa merupakan kunci menuju sukses dalam dunia yang semakin mengglobal. Bahasa Jerman standar atau baku dikenal sebagai Hochdeutsch (hoch = tinggi, Deutsch = bahasa Jerman). Bahasa Jerman standar ini diajarkan di sekolah maupun di tempat kursus bahasa.

Pada Juni 2012, Komisi Eropa menerbitkan sebuah laporan tentang bahasa yang paling banyak digunakan sebagai bahasa ibu di seluruh eropa:
- Bahasa Jerman (16%)
- Bahasa Italia (13%)
- Bahasa Inggris (13%)
- Bahasa Prancis (12%)
- Bahasa Spanyol (8%)
- Bahasa Polandia (8%)

Ini mungkin mengejutkan, tetapi nyatanya Jerman adalah bahasa resmi di Austria, Luksemburg, Liechtenstein dan Swiss, serta provinsi Bolzano Italia. Bahasa jerman menempati kedudukan kuat dalam pengentahuan dan sastra. Jerman sebagai Bahasa pengentahuan dan teknologi memainkan peran penting dalam penelitian dan pendidikan. Dalam jaringan kerja sama nasional dan internasional dan lintas disiplin di tingkat global masih banyak digunakan hal ini membuka wawasan intelektual. Beberapa sekolah menengah atas (SMA) di Indonesia menjadikan Bahasa jerman sebagai mata pelajaran Bahasa asing di kelas lintas minat. Hal ini merupakan wujud nyata Indonesia untuk menjadikan generasi emas bangsa lebih unggul dan siap berkompetisi di dunia internasional mengingat semakin konsen nya Indonesia untuk menyiapkan diri masuk ke era industri 4.0 yang serba canggih. Semakin maju kedepan sebuah negara maka akan akan semakin ketat persaingan yang terjadi. Saat ini bukan hanya pengunaan teknologi saja yang penting untuk dipahami, menguasai Bahasa asing dapat memberikan keuntungan untuk memahami budaya dari negara lain, hal tersebut memudahkan seseorang untuk terhubung di dunia yang luas dan bersaing dalam era revolusi industri 4.0.

Dilihat dari sudut pandang pendidikan, berkembangnya bahasa Jerman di Indonesia juga karena pengaruh ketertarikan negara Jerman untuk mengembangkan bahasanya di Indonesia. Komitmen Jerman untuk mengembangkan bahasa Jerman di Indonesia diwujudkan dengan mendirikan lembaga bahasa Jerman yang dikenal sebagai Goethe Institut. Selain itu pemerintah Jerman juga memperkuat kerja samanya dengan Indonesia, terutama di dalam bidang pendidikan, dengan mendirikan lembaga DAAD (Deutscher Akademischer Austausch-Dient) yang berada di Jakarta.

Pemberian beasiswa terhadap mahasiswa Indonesia yang berprestasi dilakukan secara rutin setiap tahun oleh DAAD. Komitmen DAAD untuk mengembangkan bahasa Jerman ini dilakukan dengan memberikan pembekalan berbahasa Jerman bagi setiap Stipendiat (sebutan untuk penerima beasiswa) yang akan belajar di universitas di Jerman. Ketika siswa membayangkan belajar di luar negeri, kemungkinan sebuah visi romantis Perancis, Spanyol, atau Italia muncul di benak, dan untuk alasan yang baik. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, Jerman telah mendapatkan popularitas sebagai salah satu tujuan studi top di luar negeri. Sebagian berkat prestise dunianya dan penduduknya yang berpikiran terbuka dan ramah, Jerman menuntut pertimbangan serius ketika memutuskan pengalaman studi internasional ideal. Jerman merupakan salah satu negara yang memiliki kualitas pendidikan yang diakui dunia. Berdasarkan data, saat ini terdapat lebih dari 390 universitas negeri yang diakui oleh dunia dan tersebar di lebih dari 170 tempat di Jerman. Kualitas pendidikan di Jerman tidak perlu dipertanyakan lagi karena sebagaimana kita ketahui Jerman merupakan rumah dari penemu, penyair, dan pemikir ternama di dunia. Maka sangat tak heran mengapa pengaruh Bahasa jerman di Indonesia setiap nya tahun nya mengalami peningkat kan terumata pada generasi milenial. Mahir dalam Bahasa jerman memberikan peluang yang menggiurkan dilihat dari sisi mana pun.

BAGAIMANA IMPLEMENTASI BAHASA JERMAN PADA GENERASI MILENIAL?
Penyelenggaraan pembelajaran bahasa Asing di Indonesia merupakan upaya bagi bangsa Indonesia untuk bisa menyerap dan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di dunia, sekaligus jalan untuk bisa masuk ke dalam masyarakat global Dalam kurikulum 2013 ini, ada perubahan dalam Standar Nasional Pendidikan yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 yang menetapkan Permendikbud Nomor 64 Tahun 2014 tentang Peminatan pada Pendidikan Menengah. dijelaskan tentang kelompok Peminatan, yakni Peminatan Akademik, Peminatan Kejuruan, Lintas Minat, dan Pendalaman Minat. Peminatan pada SMA/MA ditujukan untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik mengembangkan kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan peserta didik sesuai dengan minat, bakat dan/atau kemampuan akademik dalam kelompok mata pelajaran keilmuan. Berkaitan dengan penyelenggaraan pembelajaran bahasa Jerman, sekolah mengadakan kelas peminatan Ilmu Budaya dan Bahasa atau pun kelas Lintas Minat sesuai dengan Permendikbud Nomor 64 Tahun 2014. Adapun tujuan pembelajaran dan implementasi sesuai dengan tujuan pembelajaran bahasa Jerman, yaitu siswa mampu berkomunikasi dengan bahasa Jerman dalam kehidupan sehari-hari dengan menguasai empat keterampilan Bahasa. Di era global bahasa sangat penting artinya bagi kehidupan seluruh manusia terutama bahasa asing. Dengan menguasai bahasa asing manusia dapat menembus batas dunia sehingga manusia dapat mengetahui apa yang terjadi dan apa yang terdapat di seluruh dunia. Apalagi hal tersebut kini ditunjang oleh teknologi yang sangat modern, batas ruang dan waktupun tidak ada lagi. Jika seseorang di suatu negara ingin berkomunikasi dengan orang lain di negara lain dengan memanfaatkan internet ataupun telepon dalam waktu yang sama komunikasi itupun dapat terjadi.

Proses pembelajaran atau proses belajar mengajar ditandai dengan hadirnya siswa atar mahasiswa dan guru atau dosen. Dalam proses pembelajaran dituntut adanya interaksi yanl bermacam-macam, yaitu interaksi antara guru dengan siswa, siswa dengan guru siswa dengan siswa dan sebagainya. Dalam Suparlan (2008: 77) IJbben dan Hughes mengatakan bahwa proses pembelajarar dibedakan menjadi tiga kategori dasar yaitu lecture presentation or demonstration, discussion, laboratory actiaities: (a) group or indiaidual, (b) independent study. bahwa pada saat proses pembelajaran berlangsung pengajar harus menerapkan berbagai macam metode pembelajaran agar tercipta berbaga; kegiatan yang harus dialami oleh pembelajar baik secara kelompok maupun individual. Di samping guru dituntut untuk menciptakan interaksi yang bervariasi, guru juga dituntur untuk menciptakan kondisi belajar yang kondusif, agar siswa dapat dengan lebih mudat memahami materi yang diberikan dan tidak merasa bosan dalam belajar. Oleh sebab itu kebanyakan guru telah menerapkan berbagai media pembelajaran, baik media visual audi dan permainan. Dengan menggunakan media dalam proses pembelajaran siswa dapat lebih mudah memahami materi yang diberikan oleh guru. Kemudian dengan permainan guru dapat memfasilitasi siswa agar bisa aktif sehingga semua siswa dapat terlibat dalam proses pembelajaran.

Selanjutnya dalam implementasi program Partner Schule-nya (PASCH). Program ini merupakan bentuk kerjasama antara pemerintah Jerman dengan sekolah-sekolah di seluruh dunia yang menyelenggarakan pembelajaran bahasa Jerman. Sekolah yang terpilih akan memperoleh bantuan berupa pengembangan sumber daya manusia berupa pelatihan bagi guru bahasa Jerman di Jerman, perangkat pembelajaran, hingga pengiriman siswa berprestasi ke Jerman. PASCH hanyalah salah satu contoh. Hal serupa – meski dalam bentuk lain – juga dilakukan oleh negaranegara barat lainnya. Tujuan yang ingin “ditembak” oleh pemerintah Jerman merupakan tujuan jangka panjang. Ini merupakan bagian dari strategi diplomasi yang bersifat lunak. Peserta didik yang sekarang belajar bahasa Jerman di SMA kelak akan menjadi pemimpin di Indonesia, setidaknya akan menjadi kelas menengah dan kelas atas. Mereka diharapkan akan memiliki orientasi ke Jerman, seperti kuliah di Jerman, membeli produk-produk Jerman, membuka investasi untuk Jerman, bekerja sama di berbagai bidang dengan Jerman.

Denga ini keberadaan pembelajaran bahasa asing di Indonesia adalah suatu keniscayaan. Penguasaan terhadap bahasa asing sangat diperlukan, karena beberapa alasan. Pertama, penguasaan bahasa asing merupakan pintu masuk untuk memasuki masyarakat dunia yang global (gloablisasi). Kedua, sebagai sarana untuk menyerap ilmu pengetahuan yang berkembang di negara-negara lain dan sebaliknya menjadi media untuk menyebarkan ilmu pengetahuan yang berkembang di Indonesia ke luar. Sementara itu globalisasi di segala bidang sudah tidak dapat dihindari. Melalui media elektronik dan media cetak, dapat segera diketahui apa yang terjadi di seluruh penjuru dunia. Berita dapat diterima dalam bahasa aslinya atau telah dialihbahasakan ke dalam bahasa Indonesia. Berarti, penguasaan bahasa Indonesia saja di Indonesia (kalau ingin sejajar dengan bangsa lainnya) sudah tidak cukup. Bahasa mencerminkan pola berpikir masyarakat penuturnya, sehingga ketika terjadi proses pembelajaran bahasa asing secara tidak langsung terjadi pula proses persingunggan dengan pola pikir serta budaya bangsa yang bahasanya dipelajari. Kita perlu menguasai bahasa asing lainnya. Dalam era global ini, Indonesia tidak dapat berdiri dan hidup sendirian. Mau tidak mau Indonesia harus mengadakan hubungan dengan banyak negara. Untuk jalur ke Eropa, yang sekarang diwadahi dalam satu Uni Eropa, bahasa Jerman merupakan bahasa pengantar yang utama. Dengan penguasaan bahasa Jerman, urusan bisnis pasti tertangani lebih mudah dan lebih lancar. Selain itu, informasi ilmu pengetahuan untuk kebutuhan di bidang teknik, ilmu-ilmu murni, psikologi, seni, pariwisata bersumber dari buku-buku dalam berbahasa Jerman. Hal ini sejalan dengan visi dan misi bangsa Indonesia untuk memajukan kehidupan dan kecerdasan bangsa. Melalui pemahaman Bahasa asing diyakini adalah jembatan untuk menuju industri Indonesia yang maju, memang Bahasa inggris sudah dipelajari dan sudah masuk ke dalam kurikulum belajar siswa, namun tentunya pemerintah sudah menyadari betapa penting nya menambah pemahaman dan kemahiran Bahasa lain terutama mengambil fokus dalam pendidikan Bahasa jerman. Karena itu Pasang surutnya pembelajaran bahasa Jerman di Indonesia sangat ditentukan oleh kebijakan pemerintah pusat, pemerintah daerah dan kepala sekolah/komite sekolah dan kompetensi pengajar bahasa Jerman. Maka dari itu untuk meningkatkan pemaham dalam pemahaman Bahasa asing (terutama jerman) ada beberapa saran yang dapat di sampaikan yaitu;

1. Mengingat pentingnya penguasaan bahasa asing kedua (dalam hal ini bahasa Jerman) bagi peserta didik yang menjadi generasi penerus, para pengambil kebijakan hendaknya memberi kesempatan pada semua peserta didik di SMA/SMK/MAN sejak kelas satu.
2. Keberhasilan pembelajaran terletak pada penguasaan guru akan materi dan metode pembelajaran. Oleh sebab itu, para guru bahasa Jerman hendaknya senantiasa meningkatkan diri agar dapat menyusun rencana pembelajarannya dengan baik, menciptakan suasana belajar yang menyenangkan di kelas, mengupayakan agar peserta didik semuanya aktif, dan memberikan bantuan maksimal kepada peserta didik dalam proses pembelajaran. Seyogyanya kepada guru bahasa Jerman diberikan kesempatan untuk senantiasa meningkatkan kompetensi berbahasa Jerman mereka.
3. Kepada instansi yang menangani perijinan studi ke Jerman serta legalisasi dokumen yang dibutuhkan diharapkan dapat meningkatkan pelayanannya secara simpatik serta memberikan pemahaman dan kemudahan sehingga diharapkan akan menjadi cara yang efektif.


























Tuesday, March 29, 2022

Bahan Ajar Kelas V Semester 2

Judul Penyusunan Materi Bahan Ajar
Kelas V (Lima)
Semester 2 (Dua)

Bahan Ajar Termatik Tema 9 Sub Tema 3 Pembelajaran 5



Kegiatan Pembelajaran 5 Bahasa Indonesia 


Dan lain-lain bahan ajar yang terdapat dalam bahan ajar ini. Untuk dapat melihat lebih detail tentang bahan ajar ini silahkan download pada link dibawah ini.

PPT Pengumpulan dan Penyajian Data

Power Point Pengumpulan dan Penyajian Data dalam bentuk tabel Matematika Kelas V Semester II

 

Wednesday, August 11, 2021

Logo 76 Tahun Kemerdekaan Indonesia Format CorelDraw

Bulan Agustus merupakan bulan yang penuh momentum bagi rakyat Indonesia. Kemerdekaan Negara Republik Indonesia yang jatuh pada tanggal 17 Agustus merupakan tanggal sakral yang bagi rakyatnya merupakan saat untuk saling bersosialisasi dan menyatukan solidaritas bersama-sama dalam memeriahkan Hari Kemederkaan Republik Indonesia. Untuk tahun 2021 pemerintah melalui Menteri Sekretaris Negara mengeluarkan logo dan tema yang akan digunakan dalam peringatan HUT RI ke-76. Tema yang akan diusung dalam peringatan HUT RI ke-76 kali ini adalah Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh.

Mengutip pedoman penggunaan logo yang diterbitkan oleh Pemerintah, diterangkan bahwa Logo Kemerdekaan RI ke-76 ini merupakan visualisasi tema yang diusung tahun ini, yakni Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh. Tema tersebut mendeskripsikan nilai-nilai ketangguhan, semangat pantang menyerah untuk terus maju bersama dalam menempuh jalan penuh tantangan, agar dapat mencapai masa depan yang lebih baik.

Berikut Logo Peringatan HUT RI ke-76 Republik Indonesia, untuk donwload file CorelDrawnya dapat di download pada link dibawah logo.



Friday, July 30, 2021

LK 1: Lembar Kerja Belajar Mandiri (Modul 6 Pendalaman Materi Pembelajaran Berbasis TIK) PPG-PGSD

LK 1: Lembar Kerja Belajar Mandiri (Modul 6 Pendalaman Materi Pembelajaran Berbasis TIK) PPG-PGSD

Judul Modul : Pendalaman Materi Pembelajaran di SD Berbasis TIK

Judul Kegiatan Belajar (KB)

1. Kegiatan Belajar 1: Bahan Ajar Pokok, Remedial, dan Pengayaan Pembelajaran Tematik berbasis TIK
2. Kegiatan Belajar 2: Media Pembelajaran Tematik berbasis TIK
3. Kegiatan Belajar 3: LKPD Pembelajaran Tematik berbasis TIK
4. Kegiatan Belajar 4: Aplikasi Pembelajaran Tematik berbasis TIK

Daftar peta konsep (istilah dan definisi) di modul ini
1. Kegiatan Belajar 1: Bahan Ajar Pokok, Remedial, dan Pengayaan Pembelajaran Tematik berbasis TIK
- Pembelajaran Tematik Berbasis TIK di SD
- Pembelajaran Remedial Berbasis TIK di SD
- Pembelajaran Pengayaan Berbasis TIK di SD
- Bahan Ajar Tematik Berbasis TIK
2. Kegiatan Belajar 2: Media Pembelajaran Tematik berbasis TIK
Media pembelajaran secara umum adalah alat bantu proses belajar mengajar yang dapat digunakan untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemampuan atau keterampilan peserta didik sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar yang efektif.
3. Kegiatan Belajar 3: LKPD Pembelajaran Tematik berbasis TIK
Hakikat LKPD merupakan salah satu sarana yang dapat menunjang kegiatan belajar mengajar untuk membantu dan mempermudah terjadinya interaksi yang aktif dan efektif antara peserta dengan sumber belajar, sehingga dapat meningkatkan hasil belajar mereka.
4. Kegiatan Belajar 4: Aplikasi Pembelajaran Tematik berbasis TIK
Hakikat Palikasi Pembelajaran Berbasi TIK adalah membangun interaksi positif antarpeserta didik, peserta didik dengan guru, dan peserta didik dengan semua sumber belajar melalui jaringan TIK. Peran TIK dalam jaringan adalah sebagai alat bantu atau alat pendukung pembelajaran, bukan sebagai subjek pendidikan yang dapat menggantikan peran guru secara keseluruhan. Interaksi positif yang terjadi dalam pembelajaran menggunakan jaringan TIK akan lebih optimal ketika kontrol yang ketat dapat dilakukan oleh peserta didik dan seluruh pihak yang terlibat dalam praktik pendidikan. Dengan demikian, peran TIK dalam pendidikan adalah untuk memperkuat proses interaksi tersebut yang pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran.



Daftar materi yang sulit dipahami di modul ini
1. Penyusunan bahan ajar
2. Pembuatan media pembelajaran

Daftar materi yang sering mengalami miskonsepsi
1. Remidial
2. Pengayaan


***********
LK1 diatas merupakan sebagian dan Screen Shoot dari file Ms. Word. Untuk download lengkap LK 1: Lembar Kerja Belajar Mandiri (Modul 6 Pendalaman Materi Pembelajaran Berbasis TIK) dapat di download pada link dibawah ini:

DOWNLOAD 
LK 1: Lembar Kerja Belajar Mandiri (Modul 6 Pendalaman Materi Pembelajaran Berbasis TIK) Lengkap
Traktir Ngopi Disini.! Merasa Terbantu Dengan artikel ini? Ayo Traktir Kopi Dengan Cara Berbagai Donasi. Terimakasih :)

LK 1: Lembar Kerja Belajar Mandiri (Modul 5 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan) PPG-PGSD

LK 1: Lembar Kerja Belajar Mandiri (Modul 5 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan) PPG-PGSD

Judul Modul : Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Judul Kegiatan Belajar (KB)
1. Kegiatan Belajar 1: Hak Asasi Manusia
2. Kegiatan Belajar 2: Persatuan dan Kesatuan dalam Keberagaman Masyarakat Multikultural
3. Kegiatan Belajar 3: Konsep Nilai, Moral dan Norma
4. Kegiatan Belajar 4: Pancasila dan Kewarganegaraan Global

Daftar peta konsep (istilah dan definisi) di modul ini
1. Kegiatan Belajar 1: Hak Asasi Manusia
Darmodihardjo dalam Muladi (2007: 109) menyatakan bahwa HAM adalah hak-hak dasar yang dibawa manusia sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa, yang sifatnya tidak boleh dilanggar oleh siapapun, dan yang seolah-olah merupakan suatu holy area.
2. Kegiatan Belajar 2: Persatuan dan Kesatuan dalam Keberagaman Multikultural
Menurut UU No. 43 Tahun 2008 tentang wilayah negara, yang dimaksud dengan wilayah negara NKRI adalah salah satu unsur negara yang merupakan satu kesatuan wilayah daratan, perairan pedalaman, perairan kepulauan dan laut teritorial beserta dasar laut dan tanah di bawahnya, serta ruang udara di atasnya, termasuk seluruh sumber kekayaan yang terkandung di dalamnya.
3. Kegiatan Belajar 3: Konsep Nilai Moral dan Norma
Nilai itu hakikatnya adalah sifat atau kualitas yang melekat pada suatu objek, namun bukan objek itu sendiri.
4. Kegiatan Belajar 4: Pancasila dan Kewarganegaraan Global
Causa Materialis (asal mula bahan) Pada hakikatnya, nilai-nilai Pancasila merupakan nilai-nilai yang digali dari bangsa Indonesia itu sendiri berupa nilai-nilai adat istiadat, nilai-nilai kebudayaan dan nilai-nilai religius.



Daftar materi yang sulit dipahami di modul ini
1. Materi upaya pemajuan dan penegakkan serta penanganan masalah hak asasi manusia di indonesia.
2. Materi pembentukan produk hukum yang mengatur tentang HAM sebagai penjabaran UUD 1945.

Daftar materi yang sering mengalami miskonsepsi
1. Prinsip pembelajaran HAM di SD.
2. Faktor pendorong dan penghambat persatuan dan kesatuan bangsa indonesia.


***********
LK1 diatas merupakan sebagian dan Screen Shoot dari file Ms. Word. Untuk download lengkap LK 1: Lembar Kerja Belajar Mandiri (Modul 5 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan) dapat di download pada link dibawah ini:

DOWNLOAD LK 1: Lembar Kerja Belajar Mandiri (Modul 5 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan) Lengkap

Traktir Ngopi Disini.! Merasa Terbantu Dengan artikel ini? Ayo Traktir Kopi Dengan Cara Berbagai Donasi. Terimakasih :)

Thursday, July 29, 2021

LK 1: Lembar Kerja Belajar Mandiri (Modul 4 Ilmu Pengetahuan Sosial) PPG-PGSD

LK 1: Lembar Kerja Belajar Mandiri (Modul 4 Ilmu Pengetahuan Sosial) PPG-PGSD

Judul Modul : Pendalaman Materi Ilmu Pengetahuan Sosial

Judul Kegiatan Belajar (KB)

1. Kegiatan Belajar 1: Manusia, Tempat, dan Lingkungan
2. Kegiatan Belajar 2: Waktu, Perubahan, dan Sistem Sosial Budaya
3. Kegiatan Belajar 3: Perilaku Ekonomi dan Kesejahteraan
4. Kegiatan Belajar 4: Fenomena Interaksi dalam Perkembangan IPTEK dan Masyarakat Global

Daftar peta konsep (istilah dan definisi) di modul ini
1. Kegiatan Belajar 1: Manusia, Tempat dan Lingkungan
Manusia adalah mahhuk yang sempurna karena diberikan akal untuk berfikir dan menyadari bahwa manusia itu berbeda dengan makhluk-makhluk lainnya.
2. Kegiatan Belajar 2: Waktu, Perubahan dan Sistem Sosial Budaya
Sejarah dikatakan sebagai perubahan apabila dalam masyarakat terjadi perkembangan secara besar-besaran dalam waktu yang relatif singkat. Perubahan terjadi karena adanya pengaruh dari luar.
3. Kegiatan Belajar 3: Perilaku Ekonomi dan Kesejahteraan
Ilmu ekonomi merupakan suatu studi tentang perilaku orang dan masyarakat dalam memilih, menggunakan sumber daya yang langka dan yang memiliki beberapa alternatif penggunaan untuk dapat memproduksi berbagai komoditi kemudian menyalurkannya, baik saat ini maupun di masa depan pada berbagai individu dan kelompok yang ada dalam suatu masyarakat.
4. Kegiatan Belajar 4: Fenomena Interaksi dalam Perkembangan IPTEK dan Masyarakat Global
Masyarakat global adalah masyarakat dunia yang saling berkaitan tanpa dibatasi oleh batas-batas negara dan selalu berfikir untuk kelangsungan hidup masyarakat global itu sendiri sehingga kegiatan-kegiatan dan aksi-aksi akan terus dilakukan untuk mempertahankan masyarakat global itu sendiri.



Daftar materi yang sulit dipahami di modul ini
1. Materi membedakan antara endogen dan vulkanisme
2. Materi keterkaitan antara waktu, ruang dan manusia dalam sejarah

Daftar materi yang sering mengalami miskonsepsi
1. Pemahaman tentang erosi dan abrasi.
2. Sejarah tidak dapat direkonstruksi secara utuh.

***********
LK1 diatas merupakan sebagian dan Screen Shoot dari file Ms. Word. Untuk download lengkap LK 1: Lembar Kerja Belajar Mandiri (Modul 4 Ilmu Pengetahuan Sosial) dapat di download pada link dibawah ini:

Traktir Ngopi Disini.! Merasa Terbantu Dengan artikel ini? Ayo Traktir Kopi Dengan Cara Berbagai Donasi. Terimakasih :)